Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2023Versi 1

Studi Hadis Larangan Menunda Shalat Karna Makan

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Hadis•5 dilihat · 3 unduhan

Abstrak

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya memprioritaskan shalat dibandingkan dengan aktifitas lain. Hadis dari Sunan Abu Dawud mengisyaratkan seolah-olah Nabi tidak membolehkan shalat ditunda karena makanan dan karena lainnya. Dan hadis tersebut terlihat bertentangan dengan hadis lain yang lebih populer seperti hadis shahih bukhari dan hadis shahih muslim. Dalam hadis yang diriwayatkan tersebut memiliki arti yang sama yakni membolehkan mendahulukan makan dari pada shalat tetapi dari hadis Jabir bin Abdullah terlihat tidak sejalan dengan hadis lain dari Anas bin Malik dan ayah pada riwayat Jabir bin Abdullah terlihat adanya larangan Nabi untuk mendahulukan makan dan kegiatan lainnya dibandingan dengan shalat. Sedangkan pada Anas bin Malik dan Aisyah membolehkan mendahulukan makan dari pada shalat. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library Research). Penelitian kepustakaan merupakan kegiatan peneliti yang dilakukan dengan cara pengumpulan data langsung dari pustakaan dan buku-buku yang berhubungan dengan permasalahan yang akan diteliti secara langsung. Sedangkan Jenis penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan takhrij al-hadis, kritik sanad dan metode pemahaman hadis. Sumber data dalam penelitian hadis ini adalah hadis yang terdapat dalam kitab rijal al-hadis, dengan menggunakan kitab: Tahzib al-kamal, aljarh wa al-ta’dil, mi’zan al-i’tidal dan kitab al-isabah fi tamyiz al-sahabah. Hasil penelitian ini dilihat berdasarkan analisa penulis hadis dari Jabir bin Abdullah terlihat tidak sejalan dengan hadis lain dari Anas bin Malik dan ayah pada riwayat Jabir bin Abdullah terlihat adanya larangan Nabi untuk mendahulukan makan dan kegiatan lainnya dibandingan dengan shalat. Sedangkan pada Anas bin Malik dan Aisyah membolehkan mendahulukan makan dari pada shalat. Ditinjau dari kualitas periwayat dalam jalur sanad tersebut dapat disimpulkan bahwa hadis dari Sunan Abu Dawud adalah hadis dha’if karena adanya rawi dha’if dalam sanad yaitu Muhammad bin Manshur. Penilaian jarh pada peringkat kedua menjadikan Muhammad bin Manshur tergolong kepada rawi dha’if sehingga mempengaruhi jalur sanad hadis maka dapat disimpulkan bahwa hadis tentang larangan mendahulukan makan dibandingkan shalat adalah hadis mardud karena sanad dha’if. Sedangkan tujuan dari hadis larangan menunda shalat adalah bentuk pencegahan perbuatan yang makruh mengerjakan shalat bagi orang yang berada dalam kondisi menahan lapar dan hal yang lainnya karena hal itu jelas mengganggu kekhusyu’an hati.

Kata kunci

Hadis, Shalat, Makan

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Studi Hadis Larangan Menunda Shalat Karna Makan2023 · oai:ais:skripsi:13729

Publikasi terkait