Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dalam realitas kehidupan sosial bermasyarakat kadang kala sering bercampur antara hal mistis dan ritual beribadah, umumnya masyarakat meyakini sesuatu tempat yang dinilai angker seperti rumah kosong memiliki penunggu yang apabila tidak berhati-hati ditempat-tempat tersebut akan mendapatkan celaka atau hal-hal buruk lainnya. Pandangan seperti ini apabila terus dibiarkan akan merusakan nilai-nilai ketauhidan seseroang. Jenis penelitian ini menggunkan penelitian pustaka (Library Research). Sumber data yang digunakan pada penelitian ini terbagi menjadi dua sumber data primer dan sumber data sekunder. Data dianalisis mengumpulkan informasi tentang letak dan informasi hadis yang dicari lewat mujam atau kitab-kitab lain yang bisa memberikan informasi tentang letak dan sumber hadis yang setelah diteliti, menganalisa seluruh data yang diperoleh dengan melakukan itibar. Setalah melakukan itibar diharapkan dapat ditemukannya sanad-sanad yang dapat membantu proses penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Status kehujjahan atsar bahwa dalam memahami dan mengambil hukum dari hadis, para ulama harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kekuatan sanad (rantai periwayatan), kebenaran hadis, kesesuaian dengan Kitabullah (Al-Qur'an) dan Sunnah Rasulullah (hadis yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW), serta pendapat ulama terdahulu. 2) Pemahaman tentang atsar yang menjelaskan tentang mengucapkan salam terhadap rumah kososng, bahwa mengucapkan salam saat memasuki rumah kosong juga mencerminkan kesadaran kita akan keberadaan Allah SWT sebagai pemilik sejati dari segala yang ada. Oleh karena memasuki rumah kosong adalah suatu amalan yang dianjurkan dalam agama Islam untuk menjaga hubungan baik dengan Allah SWT dan sesama manusia, 3) Pendapat ulama seputar praktik mengucapkan salam terhadap rumah kosong terdapat perbedaan pendapat tentang mengucapkan salam kepada rumah kosong. Pendapat-pendapat ulama menunjukkan variasi pendekatan dan sudut pandang dalam memahami ayat yang berkaitan dengan salam kepada rumah kosong. 4) hasil analisis perbandingan dari pendapat ulama terhadap praktik mengucapkan salam terhadap rumah kosong, seperti An-Nawawi dan al-Qurthubi, mengajak untuk memperdalam pemahaman dan pengetahuan kita dengan merujuk kepada sumber-sumber otoritatif dan mendalam dalam memahami ajaran agama. Mereka menekankan pentingnya menjaga akhlak, budi pekerti, dan hubungan yang harmonis antara manusia dengan ciptaan Allah SWT.