Abstrak
Tesis ini berjudul Determinan Kemiskinan Di Indonesia Menurut Perspektif Pembangunan Islam Periode 2007-2021 Disusun oleh Rossyta Asril NIM 30121016 Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketertarikan penulis dalam melihat sulitnya mengatasi masalah kemiskinan yang terjadi di Indonesia walaupun pembangunan ekonomi sudah teralokasikan dengan baik. Pertumbuhan ekonomi, penyaluran dana zakat, dan pengguran merupakan bagian dari pembangunan ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Determinan Kemiskinan Di Indonesia Menurut Perspektif Pembangunan Islam Periode 2007-2021. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda yang menggunakan software eviews versi 12, dalam pengolahan datanya yang diambil dari website Badan Pusat Statistik Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data time series. Hasil dari penelitian ini yaitu Penyaluran Dana Zakat, Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran berpengaruh signifikan terhadap Kemiskinan secara bersama-sama dengan R-Squered sebesar 95,%. Hal ini berarti bahwa 95% dari kemiskinan dapat dijelaskan oleh Penyaluran Dana Zakat, Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran sedangkan 5% lagi dijelaskan oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam model penelitian ini. Pada Uji t diperoleh hasil bahwa Penyaluran Dana Zakat memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kemiskinan, dan Pengangguran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini berkontribusi pada kebijakan pemerintah dan pihak yang terkait dalam membuat program-program yang mendukung pembangunan ekonomi masyarakat. Serta mengoptimalkan konteks pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS, dimana zakat disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif dan bantuan produktif. Bantuan konsumtif diharapkan akan meningkatkan kapasitas mustahik secara agregat. Sedangkan bantuan produktif diharapkan akan akan meningkatkan kapasitas produksi mustahik yang akhirnya akan meningkatkan output nasioanal yang tergambar dalam Produk Domestik Bruto (PDB).