Abstrak
Skripsi ini berjudul “Persepsi Masyarakat Terhadap Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tentang Kewajiban Memilih Dalam Pemilu (Studi Kasus Di Payakumbuh)”, yang ditulis oleh Willyam Riski Galuh Pratama, NIM 1316001, Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil penelitian yang ditemukan di Kota Payakumbuh yang menunjukkan kurangnya partisipasi pemilihan umum pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2020 dengan hasil persentasi kewajiban memilih dalam pemilu yaitu sebanyak 51,46%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pandangan masyarakat tentang fatwa MUI mengenai kewajiban memilih dalam pemilu. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research). Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai subjek yang diteliti. Sampel dari penelitian ini menggunakan teknik Purposive Samplingsebanyak 100 responden. Data dari penelitian diperoleh dari buku, jurnal dan karya ilmiah. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kusioner yang bersifat online (google form), pengamatan, dan dokumentasi, Hasil penelitian tentang pandangan masyarakat Kota Payakumbuh terhadap fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang kewajiban memilih dalam pemilu menyatakan bahwa sebanyak 96,5% setuju dengan fatwa MUI tentang kewajiban memilih dalam pemilu dan hanya 3,4% masyarakat Kota Payakumbuh yang menyatakan kurang setuju dengan fatwa MUI tersebut. Meskipun demikian, dalam pelaksanaan pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat tahun 2020, masyarakat Kota Payakumbuh memiliki tingkat partisipasi yang terbilang cukup rendah yaitu hanya sebanyak 51,46% yang memberikan pilihannya dalam pemilu.