Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2023Versi 1

Pelaksanaan Mediasi Dalam Kasus Perceraian di Masa Pandemi Covid-19 di Pengadilan Agama Maninjau

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)•6 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul “Pelaksanaan Mediasi Dalam Kasus Perceraian di Masa Pandemi Covid-19 di Pengadilan Agama Maninjau”, yang ditulis oleh M. Alhafis, NIM 1119016, Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Al-Syakhshiyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena adanya data yang penulis temukan menunjukkan penurunan keberhasilan mediasi perkara perceraian di Masa Pandemi Covid-19 di Pengadilan Agama Maninjau sedangkan dalam hal ini perkara perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama Maninjau terus meningkat secara drastis. Sehingga dalam hal ini tidak tercapai tujuan dari mediasi yang dilaksanakan untuk menyelesaikan permasalahan antar pihak dengan jalan perdamaian, sebagaimana yang sudah termuat dalam PERMA No. 1 Tahun 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan mediasi kasus perceraian di Masa Pandemi Covid-19 dan keberhasilan mediasi ini di pengadilan Agama Maninjau. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian ini didasarkan pada ketentuan hukum dan fenomena atau kejadian yang terjadi di lapangan. sumber data primer dalam penelitian ini adalah melalui wawancara dan observasi lapangan, sedangkan untuk data sekunder diperoleh melalui buku-buku, jurnal dan karya ilmiah yang berkaitan dengan judul penelitian. Adapun dalam menganalisis data , penulis menggunakan metode induktif, deduktif, dan komparatif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan mediasi perkara perceraian di Pengadilan Agama Maninjau selama Pandemi Covid-19 dilaksanakan dengan dua cara yaitu, pertama dilaksanakan dengan daring (dalam jaringan) dengan menggunakan media virtual atau media elektronik yang dapat memudahkan para pihak, kedua dengan cara luring (luar jaringan) yakni dilakukan seperti biasa dengan para pihak datang ke pengadilan dan melaksanakan mediasi di ruangan yang sudah disediakan dengan melaksanakan protokol kesehatan. Adapun mengenai keberhasilan mediasi selama Pandemi Covid-19 ini sangat rendah bahkan untuk tingkat keberhasilannya menurun dari tahun sebelumnya. Penurunan dan rendahnya tingkat keberhasilan ini disebabkan oleh beberapa faktor utama yaitu para pihak yang sudah menutup pintu untuk berdamai serta tidak adanya iktikad baik dari para pihak dalam pelaksanaan mediasi sehingga kesepakatan damai antara para pihak tidak tercapai, kurangnya kemampuan mediator untuk mengungkit akar permasalahan dari para pihak.

Kata kunci

Mediasi. Perceraian, Pandemi, Covid-19

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pelaksanaan Mediasi Dalam Kasus Perceraian di Masa Pandemi Covid-19 di Pengadilan Agama Maninjau2023 · oai:ais:skripsi:12982