Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2023Versi 1

Eksistensi Manusia dalam Teologi Pembebasan Perspektif Hassan Hanafi

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Aqidah dan Filsafat Islam - S2•13 dilihat · 5 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Tesis ini berjudul “Eksistensi Manusia Dalam Teologi Pembebasan Perspektif Hassan Hanafi” disusun oleh Zakia Aini. NIM 40121001 Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Tahun 2023 M/ 1443 H. Eksistensi manusia adalah suatu eksistensi yang dipilih melalui kebebasan. Kemunculaan teologi pembebasan awalnya terjadi di Amerika Latin abad ke-20 M. Teologi pembebasan di Asia dan Amerika Latin bertujuan untuk melakukan perlawanan terhadap hegomoni para penguasa yang bertindak otoriter. Pemikiran Hassan Hanafi tentang teologi pembebasan didasarkan 2 alasan yaitu kebutuhan ideologi (teologi) yang jelas di tengah pertarungan global dan pentingnya teologi baru yang tidak bersifat teoritis tetapi praktis yang dapat mewujudakan gerakan dalam sejarah. Batasan masalah dalam tesis ini adalah bagaimana makna keadilan dalam teologi pembebasan perspektif Hassan Hanafi? Bagaimana kebebasan manusia dalam teologi pembebasan perspektif Hassan Hanafi? Rumusan masalahnya adalah kenapa penerapan keadilan serta penolakan terhadap penindasan menjadi bahagian penting untuk memperjuangkan eksistensi manusia dalam teologi pembebasan perspektif Hassan Hanafi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan metode deksripsi, analisis isi, dan metode hermeneutik. Sumber primer dalam penelitain ini adalah karya-karya Hassan Hanafi yang berhubungan dengan penelitian. Sedangkan sumber sekundernya adalah karya-karya pemikir lain yang berkaitan dengan pembahasan mengenai Hassan Hanafi. Hasil penelitian dari tesis ini yaitu Pertama, mengenai keadilan dan kebebasan manusia ada kesatuan yang tidak terpisahkan. Sikap yang benar terhadap tradisi adalah membaca ulang. Perdebatan terjadi antara tradisi kekuasan dan tradisi oposisi. Senantisa bertransformasi, yang mampu berijtihad dan berkreasi di setiap masa. Pemahaman terhadap alam, nalar, manusia, masyarakat dan sejarah sangat penting dikaji dan dipahami untuk melaksanakan peran manusia sebagai khalifah, menciptakan keadilan sebagai bagian dari eksistensi manusia dengan kebebasan yang ada. Kedua, kajian manusia dan alam sebagai representasi poros teoritis, ilmu dan teknologi representasi dari aplikasi praksis porosnya, sementara lingkungan wilayah aplikasi dan pengaruh-pengaruhnya. Tanggungjawablah yang merubah kelemahan menjadi kekuatan, menjadikan manusia mampu menerima tantangan. kesadaran manusia mampu mengandalkan dirinya dengan akal dan kebebasannya. Ketiga, teologi pembebasan merupakan sumbangsih baru sarjana dunia ketiga dalam warisan revolusioner bagi manusia. Berusaha mengubah pandangan keagamaan dari yang spiritual dan sakral menjadi material, dari yang teologis menjadi antroposentris. Wujud yang di maksud adalah tuntutan kepada umat manusia untuk mampu membuktikan eksistensi dirinya sebagai manusia. Tugas Kiri Islam adalah menguak unsur-unsur revolusioner dalam agama, dan menjelaskan pokok peraturan antara agama dan revolusi yaitu memaknai agama sebagai revolusi. Tidak ada Nabi yang datang untuk mengokohkan status quo karena usaha kenabian dalam sejarah selalu merupakan gerak progresif bagi perubahan sosial secara menyeluruh, teutama dalam dimensi keyakinan dan moralitas umat manusia.

Kata kunci

Eksistensi Manusia, Teologi Pembebasan, Hassan Hanafi.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Eksistensi Manusia dalam Teologi Pembebasan Perspektif Hassan Hanafi2023 · oai:ais:skripsi:12945