Abstrak
MTsN 10 Agam mulai melaksanakan shalat dhuha berbantuan sistem kartu karena adanya penurunan karakter pada peserta didik. Penurunan karakter ini semakin merosot setelah adanya wabah covid-19. Oleh karena itu perlunya melakukan kegiatan yang akan membentuk karakter dalam setiap kegiatan pembelajaran terutama dalam kejujuran dan kedisiplinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh shalat dhuha berbantuan sistem kartu terhadapa kejujuran dan kedisiplinan peserta didik. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif melalui pendekatan korelasional, dimana data dalam penelitian ini diperoleh melalui kuesioner. Dalam penyajian data, penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan inferensial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa hal yang menjawab hipotesis penelitian. Pertama, terdapat pengaruh pelaksanaan shalat dhuha berbantuan sistem kartu terhadap kejujuran peserta didik, yang dibuktikan dengan nilai signifikansi berada di bawah nilai 0,05. Kedua, terdapat pengaruh pelaksanaan shalat dhuha berbantuan sistem kartu terhadap kedisiplinan peserta didik, yang dibuktikan dengan nilai signifikansi berada di bawah nilai 0,05. Ketiga, terdapat pengaruh pelaksanaan shalat dhuha berbantuan sistem kartu terhadap kejujuran dan kedisiplinan peserta didik, yang dibuktikan dengan nilai signifikansi berada di bawah nilai 0,05. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa, baik itu laki-laki maupun perempuan tentang moderasi beragama sama-sama berada pada kategori cukup baik sehingga hal ini mempengaruhi sikap toleransi beragamanya, dimana dalam penelitian ini ditemukan ketika X (pemahaman moderasi beragama mahasiswa) naik satu, maka Y-nya (sikap toleransi beragama) akan naik sebesar 0,11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan shalat dhuha berbantuan sistem kartu memberikan pengaruh positif dalam karakter kejujuran dan kedisiplinan peserta didik.