Abstrak
ABSTRAK Skripsi atas nama Marlina Ariga Yanti, NIM 4419007. Program Studi S1 Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi berjudul, Sejarah Perang Kuta Reh: Perlawanan Rakyat Alas Terhadap Pemerintah Kolonial Belanda Tahun1904 yang membahas tentang perlawanan rakyat terhadap Belanda, asal muasal dan jalannya perang serta akhir dan implikasi peperangan Kuta Reh pada tahun 1904. Skripsi ini menjawab permasalahan bagaimana sejarah perlawanan Rakyat Alas Terhadap Pemerintah Kolonial Belanda Tahun 1904, bagaimana gambaran umum Kuta Reh, sosial budaya Kuta Reh masa kolonial, latar belakang perang Aceh, Belanda mendiami Alas hingga memasuki wilayah Kuta Rih jihad hingga perkembangan peperangan serta akhir dan implikasi perang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Penulis pertama-tama mencari sumber-sumber yang berhubungan dengan penelitian ini. Sumber atau data tersebut berasal dari hasil wawancara dari penghulu, camat, masyarakat di Kuta Reh hingga masyrakat luar Kuta Rih, dokumentasi berupa video serta rekaman ataupun gambar, dan tulisan-tulisan seperti buku, jurnal, artikel, arsip yang berkaitan dengan sejarah perang dan penelitian ini. . Pada tahap selanjutnya, penulis melakukan kritik terhadap sumber: kritik internal dan kritik eksternal. Kemudian, fakta-fakta yang ditemukan akan diinterprestasikan sehingga menghasilkan suatu cerita sejarah. Penulisan cerita sejarah tersebut yang disebut sebagai historiografi. Historiografi adalah tahapan akhir penelitian yang penulis lakukan. Dari hasil penelitian ini didapatkan temuan, yakni: 1) perang ini telah berlangsung jauh sebelum ke Kuta Rih hingga pada akhirnya Belanda menyerang Kuta Reh sampai dua kali dan 04 Juni 1904; 2) sosial budaya masa colonial tidak sesistematis pada saat sekarang dikarenakan kurangnya data yang detail dari setiap daerah melainkan data yang di tulis secara keseluruhan;3) Belanda menyerang Benteng Kuta Reh, pada tanggal 10 sampai 13 Juni 1904 Pasukan Kolonial Belanda mendapat perlawan dari beberapa daerah pertahanan masyarakat Alas di Lawe Bekong, Goesong Batoe, Kute Lawe Kisam dan Lawe Kingo dan di sana terjadi perperangan kecil antara pejuang Alas dan pasukan Kolonial Belanda;4) Strategi masyarakat Alas melawan Kolonial Belanda banyak menggunakan strategi bertahan dan menggunakan bambu dan alat seadanya dan mengurung diri dalam benteng dan menunggu serangan musuh;5) Setelah jatuhnya Benteng Kuta Reh ketangan penjajah Belanda, keadaan masyarakat Alas pada saat itu tentu tidak baik baik saja, keadaan yang terjadi setelah kekalahan masyarakat Alas di Benteng Kuta Reh yaitu masyarakat Alas memilih melarikan diri ke hutan guna menyusun strategi bergerilya untuk melawan kembali pasukan Belanda di benteng berikutnya.