Abstrak
Skripsi ini disusun oleh Dwi Haritsa NIM 3519071, Program Studi Pariwisata Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “ ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN DALAM PENGELOLAAN MUSEUM TUANKU IMAM BONJOL UNTUK MENINGKATKAN MINAT PENGUNJUNG DI KECAMATAN BONJOL KABUPATEN PASAMAN” atas bimbingan Ibu Ariyun Anisah, SE., ME. Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya permasalah seperti masih kurangnya sumber daya manusia (SDM) di Museum Tuanku Imam Bonjol, masih terbatasnya fasilitas yang ada di Musuem Tuanku Imam Bonjol dan dalam pengelolaan Museum Tuanku Imam Bonjol belum sepenuhnya mengikuti fungsi- fungsi manajemen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan Manajemen dalam Pengelolaan Museum Tuanku Imam Bonjol Untuk Meningkatkan Minat Pengunjung di Kecamatan Bonjol Kabuapten Pasaman. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data-data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian diolah mengikuti tahap-tahapan yang dimulai dari reduksi data (pengumpulan data, penyajian data(data display) dan penarikan kesimpulan (Verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen dalam pengelolaan museum dilihat dari fungsi perencanaan yang sudah terlaksana seperti perencanaan dalam penambahan fasilitas museum, fasilitas untuk koleksi dan fasilitas keamanan. Dalam perencanaan ini ada beberapa perencanaan yang sudah direalisasikan seperti melengkapi museum dengan sarana CCTV dan barcode untuk mengakses kegunaan koleksi museum menggunakan smartphone, fasilitas yang lain masih dalam tahap belum terealisasi, dalam pengorganisasian sudah terealisasi seperti, dalam struktur organisasi yang mana sudah ada bagian-bagian pekerjaan di setiap stafnya. Namun masih kurangnya SDM untuk mendukung jalannya sebuah perorganisasian yang maksimal di museum. Pengarahan telah diterapkan seperti,para staf sudah melakukan hal yang diperintahkan pimpinan. Pengawasan telah dilikakukan dengan baik seperti adanya CCTV dan pertemuan. Untuk fasilias masih belum lengkap sehingga wisatawan kurang tertatik untuk berkunjung. Hal ini dapat dikatakan bahwa penerapan manajemen dalam pegelolaan museum sangat penting untuk diterapkan pada museum ini agar fungsi-fungsi manajemen yang diterapkan dapat terlaksana dan wisatawan lebih berminat dalam berkunjung.