Abstrak
Skripsi ini berjudul “Analisis Penggunaan Financial Technology (Fintech) Dalam Pengumpulan Zakat (Studi Kasus : Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bukittinggi)”, yang disusun oleh Zulmainia, NIM 3319335. Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kenapa financial technology (fintech) yang digunakan BAZNAS Kota Bukittinggi dalam pengumpulan zakat yaitu hanya transfer dan QRIS. Bagaimana kendala penggunaan fintech yang dihadapi BAZNAS Kota Bukittinggi dalam pengumpulan zakat. Lalu bagaimana cara BAZNAS Kota Bukittinggi meningkatkan pengumpulan zakat menggunakan fintech. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan pihak BAZNAS Kota Bukittinggi dan Muzakki yang membayar zakat, observasi lapangan, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif Miles & Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa financial technology (fintech) yang digunakan BAZNAS Kota Bukittinggi dalam pengumpulan zakat yaitu hanya Transfer dan QRIS. Karena, Pertama Transfer dan QRIS sudah tersedia secara luas dan sudah umum digunakan oleh masyarakat. Kedua, Transfer dan QRIS dapat mempermudah dan meningkatkan pengumpulan dana zakat. Merupakan metode pembayaran yang mudah digunakan yang dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membayar zakat. Ketiga, Transfer dan QRIS memiliki standar keamanan yang telah teruji dan tepercaya. Keempat, Transfer dan QRIS dapat mengurangi kerumitan administrasi dalam pengelolaan dana zakat. Dapat mempercepat proses pengumpulan dan pembayaran zakat, serta mempermudah dalam membuat pelaporan administrasi. Terdapat juga kendala yang dirasakan pihak BAZNAS Kota Bukittinggi dalam pengumpulan zakat menggunakan fintech yaitu muzakki yang tidak memberikan identitas lengkap dan tidak melakukan konfirmasi setelah membayar zakat. Lalu cara BAZNAS Kota Bukittinggi meningkatkan pengumpulan zakat menggunakan fintech yaitu melakukan rapat dan diskusi mengenai pengumpulan zakat, sosialisasi, dan promosi.