Abstrak
Penelitian ini beranjak dari fenomena terdapatnya siswa yang kurang memahami akan kesadaran budaya, dimana terdapat siswa yang kurang menghargai terhadap suku dan budaya yang mana dari perbedaan kemudian membuat itu sebagai bahan ejekan atau tawaan semata bagi siswa, karena banyaknya perbedaan dari cara berbicara, gaya dan kebiasaan setiap suku budaya yangsangat berbeda, serta siswa juga membuat kelompok-kelompok atau memilih-milih teman berdasarkan suku budaya yang dimilikinya.. Adapun tujuan akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan strategi informasi terhadap pemahaman cultural awareness di SMPN 1 Pasaman. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah strategi informasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman cultural awareness pada siswa kelas VII.8 di SMPN 1 Pasaman Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre Eksperimen model One Group Pretest Posttest Design, populasi adalah siswa kelas VII di SMPN 1 Pasaman, sedangkan sampel penelitian adalah 30 orang siswa yang terindikasi masalah kurangnya pemahaman cultural awareness berdasarkan teknik purposive sampling dan hasil dari pretest, sehingga diberikan treatment berupa strategi informasi. Instrument pengumpulan data adalah skala likert. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon, sedangkan persyaratan analisis data menggunakan uji hipotesis menggunakan SPSS versi 26. Hasil pretest sebelum dilakukannya treatment kepada sampel nilai mean yaitu 90,57. Setalah diberikan treatment (strategi informasi) sebanyak 5 kali kepada sampel diperoleh hasil posttest dengan mean yaitu 127,87.Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0,000 α (α =0,05) yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Dari hasil perhitungan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa strategi informasi dapat menjadi salah satu alternatif terhadap pemahaman cultural awareness di kelas VII.8 SMPN 1 Pasaman.