Abstrak
ABSTRAC Skripsi ini disusun oleh : Ahmad Fauzi Albukhori, NIM. 3218100. Skripsi yang berjudul “Analisis Faktor Penyebab Meningkatkan Produksi Gula Merah Menurut Perspektif Ekonomi Islam”. Skripsi mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya keterbatasan modal dalam memproduksi gula merah ini yang mana banyaknya produksi yang dihasilkan tergantung dengan modal, Ketersediaan bahan baku tebu dari lahan terkadang tidak mencukupi hasil gula merah untuk pesanan pelanggan, Jumlah produksi yang dihasilkan tergantung dengan banyaknya jumlah tenaga kerja yang ada dan Tersedianya alat produksi yang memadai sangat mempengaruhi hasil dari suatu produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : Bagaimana Analisis Faktor Penyebab Meningkatnya Produksi gula merah menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Pembuat Gula Merah di Nagari Tigo Balai, Kecamatan. Matur, Kabupaten Agam). Lokasi yang dipilih wilayah Jorong Andaleh Nagari Tigo Balai Kecamatan Matur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka, teknik analisis data adalah Dalam proses analisis data, peneliti memaparkan data-data yang berhubungan terhadap analisis mekanisme Penetapan Harga Jual hasil pertanian dalam perspektif Ekonomi Islam, dengan tiga metode yaitu: reduksi data, klasifikasi data dan triagulasi data. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini bahwa produksi gula merah akan berjalan dengan lancar terpenuhinya kebutuhan faktor-faktor produksi seperti ketersediaan bahan baku yang cukup dalam proses produksi dan meningkatkan ketersedian modal dalam melakukan proses produksi agar menghasilkan hasil produksi yang banyak. Sekarang daerah yang masih memproduksi gula merah dengan jumlah yang cuku besar hanya di daerah Tigo Balai dan Lawang. Dulu masyarakat memproduksi gula merah dengan menggunakan alat kilangan yang tradisional yang masih menggunakan tenaga kerbau dan hasil yang didapat hanya seedikit, seiring berkembangnya zaman masyarakat sekarang sudah banyak yang memiliki kilangan yang bertenaga mesin.