Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul: Larangan Keluar Rumah Bagi Perempuan Yang Sudah Dipinang Ditinjau Dari Perspektif Filosofis Hukum Islam (Studi Kasus Nagari Aie Dingin Kecamatan Lembah Gumanti). Skripsi ini disusun oleh Ulil Amri, Nim 1119059. Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi 1444 H / 2023 M. Motivasi penulis dalam melakukan penelitian ini dilatarbelakangi tentang akibat hukum setelah peminangan atau khitbah Di Nagari Aie Dingin Kecamatan Lembah Gumanti mengakibatkan akibat hukum yang timbul setelah peminangan atau khitbah itu sendiri. Sebagaimana dijelaskan dalam pasal 13 KHI. Dalam hal ini pihak laki- laki melarang perempuan untuk keluar rumah. Dan jika perempuan tersebut ingin keluar rumah, maka perempuan tersebut harus ditemani dengan laki- laki yang meminangnya. Berdasarkan masalah ini yang ingin penulis ketahui Bagaimana ada larangan keluar rumah bagi perempuan yang sudah dipinang di Nagari Aie Dingin Kecamatan Lembah Gumanti dan Bagaimana perspektif filosofi hukum Islam terhadap larangan keluar rumah bagi perempuan yang sudah dipinang. Dalam membahas persoalan ini metode penelitian yang digunakan penulis adalah jenis penelitian lapangan (Field Research), dengan Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Sebagai narasumber dan responden dalam penelitian ini adalah penyuluh agama dan tokoh masyarakat. Sedangkan Teknik Analisa penulis menggunakan Teknik Analisa kualitatif dan sumber data sekunder yang diperoleh oleh Al- Qur’an dan Hadits. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditemukan bahwa ada alasan dilarangnya perempuan keluar rumah terjadi karena itu sebuah tradisi. Dalam tinjauan hukum islam batasan pergaulan kedua calon pengantin setelah lamaran. Peminangan (khitbah) adalah proses yang mendahului sebelum acara pernikahan.pernikahan ini tidak akan sempurna tanpa proses ini, karena pemianagan (khitbah) ini akan membuat kedua calon pengantin akan menjadi tenang akibat telah saling mengetahui.