Abstrak
Nama: NOFRIZAL ARIANTO, NIM: 4218022, Judul skripsi : Kedudukan Orangtua Rasulullah di Akhirat Dalam Perspektif Hadis (Studi Komparasi Pemahaman Hadis Tentang Kedudukan Orang Tua Rasulullah Di Akhirat Dalam Pemikiran Ulama Klasik dan Kontenporer) Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi Tahun 2023. Pembahasan tentang status dan kedudukan orang tua Nabi di akhirat belakangan kembali menghangat di media sosial. Perdebatan ini dimulai saat kajian Ustad-Ustad kelompok bermanhaj salafus shalih ditanya tentang keadaan kedua orang tua Nabi di akhirat. Mendengar jawaban dari ustad yang berpaku pada hadis shahih membuat banyak tidak siap dengan hadis tersebut, sehingga pasca viralnya jawaban yang diberikan oleh Ustad tersebut, mulai ramai ahli-ahli ilmu yang ikut membahas hal serupa. Apabila terdapat forum diskusi media sosial yang membahas tentang perkara ini, selalu berakhir dengan debat kusir yang akhirnya malah saling menghina dan mengejek. Secara zahir ada hal yang akan rusak jika perdebatan ini terus dibiarkan terjadi berlarut-larut seperti rusaknya ukhwah Islamiyah, hilangnya adab dan etika antara sesama muslim, serta hilangnya rasa hormat dan saling menghargai. Demi menyikapai hal ini perlulah ada sebuah penelitian komprehensif, yang mengkaji dan meneliti dalil-dalil yang kemukakan oleh kedua belah pihak. Penelitian ini termasuk kepada penelitian kualitatif namun dapat pula digolongkan kedalam penelitian kepustakaan. Dalam pendekatannya, penelitian ini menggukan pedekatan deskritif-komparatif yang maksudnya ialah dengan memberikan gambaran, penjelasan, perbandingan tentang konsep dan pemahaman ulama. Berdasarkan hasil penelitian penulis terlihat bahwa pemicu utama dari perbedaan pendapat antara ulama ini ialah ketidak sepemahaman mereka dalam persoalan ke-ahlul fatrah-an kedua orangtua nabi. Bagi Ulama yang tidak melihat kedua orangtua nabi sebagai ahlul fatrah tentu akan lebih mudah menerima muatan isi yang terkadung dalam matan hadis, sedangkan bagi ulama yang melihat kedua orangtua nabi sebagai ahlul fatrah lebih cenderung menolak pemahaman tekstual sebab dalam kadiah pengkajian hadis sebuah hadis tidak boleh menyelisihi dalil yang lebih tinggi yakni al-Qur’an. Kata kunci : Komparsi, Ulama, Orangtua Nabi.