Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh Muhammad Rifai Nim : 3218186. Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Jambek Bukittinggi, yang berjudul "Pengaruh Kehalalan Komoditas Dan Persepsi konsumen Muslim Tentang Maslahah Terhadap Keputusan Pembelian Barang Halal (Studi Kasus Toko Rabbani Herbal Kota Bukittinggi)". Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidaksesuaian antara teori dan fakta dan data yang terjadi, teori menyebutkan bahwa kehalalan komoditas dan persepsi konsumen muslim tentang maslahah yang mempengaruhi keputusan pembelian barang halal, namun di Kota Bukittinggi tidak menggambarkan demikian. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh kehalalan komoditas dan persepsi konsumen muslim tentang maslahah terhadap keputusan pembelian barang halal. Variabel bebas pada penelitian ini adalah kehalalan komoditas dan persespsi konsumen muslim tentang maslahah yang diuji pengaruhnya terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian barang halal. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer, dengan teknik pengumpulan data dengan data ceklist, studi kepustakaan dan penyebaran kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Pengujian hipotesis dilakukan denga uji T, uji F dan ๐ด๐๐ข๐ ๐ก๐๐ ๐ ๐๐๐ข๐๐๐. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas kehalalan komoditas (X1) secara parsial (terpisah) memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian barang halal (Y). Persepsi konsumen muslim tentang maslahah (X2) secara parsial (terpisah) memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian barang halal (Y). Kehalalan komoditas (X1) dan persepsi konsumen muslim tentang maslahah (X2) memiliki pengaruh simultan terhadap keputusan pembelian barang halal (Y). Pengaruh variabel bebas kehalalan komoditas (X1) dan persepsi konsumen muslim tentang maslahah (X2) memiliki kontribusi pengaruh terhadap variabel terikat keputusan pembelian barang halal (Y) sebesar 63,2%, sedangkan sisanya 32,8% dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak teliti. Seperti religiusitas dan islamic branding