Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2022Versi 1

TRADISI PEMBUATAN TANGKA LASIK DI MUARA KIAWAI PERSPEKTIF HADIS

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Hadis•5 dilihat · 5 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Atikah Rahmadani (4218005) “Tradisi Pembuatan Tangka Lasik di Muara Kiawai Perspektif Hadis”. Program Studi Ilmu Hadis. Dalam ajaran agama Islam telah mengatur segala bentuk seluk beluk persoalan kehidupan, bukan hanya kepada hal yang nyata saja akan tetapi juga mencakup kepada hal yang ghaib ataupun yang tidak kasat mata. Ketika telah mengkaji hal tersebut, akan timbul berbagai macam pembahasan dan salah satunya adalah penyakit ain yang kadang kala melibatkan tentang hal-hal yang ghaib pula. Untuk mencegah terhindarnya dari penyakit ain itu, masyarakat di Muara Kiawai membuat sebuah penangkal yang diberi nama tangka lasik yang terbuat dari benang tiga rupa serta bahan-bahan yang tersedia oleh alam dan tangka lasik disini berjenis tamimah. Dengan segala permasalahan yang ada, maka timbul pertanyaan tentang bagaimana tradisi pembuatan tangka lasik itu berlangsung, dan bagaimana hal pembuatan jimat (tangka lasik) ini jika ditinjau dari perspektif hadis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana tradisi pembuatan tangka lasik di Muara Kiawai dan menjelaskan bagaimana pandangan hadis tentang tradisi pembuatan tangka lasik di Muara Kiawai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mengumpulkan data berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan secara langsung kepada seorang tokoh masyarakat yang ada di desa Muara Kiawai. Wawancara yang dilakukan merujuk kepada dua informan, yakni informan ahli dan informan pendukung. Setelah diperoleh hasil dari wawancara, maka akan ditinjau bagaimana kualitas serta syarah hadis yang merujuk kepada kitab aslinya. Hasil penelitian yang ditemukan adalah: 1) Dalam hadis tentang menggantungkan tamimah menjelaskan bahwasanya seseorang yang menggantungkan tamimah ini tergolong kepada perbuatan syirik kepada Allah SWT. Hadis ini memiliki kualitas shahih yang termuat didalam kitab Imam Bukhari. 2) Berdasarkan penelusuran kepada asbabul wurud obat penangkal, tidak merupakan tindakan syirik selama seseorang yang menggunakan tamimah tidak menggantungkan kepercayaan kepada jimat tangka lasik tersebut. Kesimpulan penelitian ini adalah boleh menggantungkan tamimah selama tidak ada rasa menggantungkan harapan dan kepercayaan kepada jimat tersebut dan hal itu tidak tergolong syirik kepada Allah SWT

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1TRADISI PEMBUATAN TANGKA LASIK DI MUARA KIAWAI PERSPEKTIF HADIS2022 · oai:ais:skripsi:11256