Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2022Versi 1

Komunikasi antar budaya pada pernikahan antar etnis Jawa dan Minang di nagari Kinali Kabupaten Pasaman Barat

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Komunikasi dan Penyiaran Islam•8 dilihat · 7 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Komunikasi Antar Budaya pada pernikahan antar Etnis Jawa dan Minang di Nagari Kinali Kabuapaten Pasaman Barat” yang disusun oleh Ami Wulandari NIM 4317020 pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Penelitian ini membahas tentang Komunikasi Antarbudaya pada pasangan beda etnis Jawa dan Minang di Nagari Kinali Kabuapaten Pasaman Barat, Adapun pokok masalah (1) bagaimana komunikasi antarbudaya di Nagari Kinali pada pasangan beda etnis Jawa dan Minang di Nagari Kinali Pasaman Barat, (2) bagaimana hambatan komunikasi antarbudaya di Nagari Kinali pada pasangan beda etnis Jawa dan Minang di Nagari Kinali Pasaman Barat. di Nagari Kinali Komukasi antarbudaya Jawa dan Minang menjadi semakin erat dengan pernikahan. Adat dan budaya tidak menjadi penghambat untuk kedua pasangan beda etnis untuk menjalin hubungan pernikahan, Meskipun ada hambatan dalam komunikasi, dengan rasa saling menghargai, dan menghormat dalam perbedaan etnis membuat hubungan interkasi masyarakat Nagari Kinali terjalin dengan baik. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif. Adapun pendekatan penelitian ini yang digunakan yaitu pendekatan komunikasi. Subyek terteliti yaitu pasangan beda etnis (Jawa dan Minangkabau) dan masyarakat Nagari Kinali. Metode pengumpulan data yaitu dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini ialah, (1) Komunikasi antarbudaya pada pernkahan etnis Jawa dan Minang di Nagari Kinali Pasaman Barat, Pernikahan tidak cuma dilakukan antar sesama etnis. Hal ini disebabkan Nagari Kinali memiliki banyak etnis, baik etnis Minang, Jawa, Batak, dan lain sebagainya. Pernikahan terjadi karena interaksi (hubungan timbal balik) yang terus berlangsung dalam kehidupan masyarakat di Nagari Kinali, dengan terus melakukan komunikasi, baik itu di tempat umum (lapangan bola, kedai/warung, masjid, rumah sakit, kantor wali Nagari, dan lain sebagainya) maupun di tempat khusus (Tempat kerja, tetangga rumah, dan tempat lainnya). Komunikasi antar etnis atau budaya ini sudah terjadi sejak lama, namun komunikasi semakin dekat dengan terjadinya pernikahan beda etnis. (2) Hambatan komunikasi antarbudaya pada pasangan beda Etnis Jawa dan Minang di Nagari Kinali. Pertama, Hambatan Komunikasi antarbudaya ditinjau dari segi persepsi, merupakan cara pandang dan pengalaman seseorang atau kelompok terhadap suatu realitas atau fenomena berbeda-beda. Hambatan persepsi yang terbentuk secara budaya adalah cara pandang dan prasangka. Kedua, hambatan komunikasi antarbudaya ditinjau dari segi verbal, merupakan kekeliruan komunikator dalam memahami, menyampaikan, maupun menerima suatu informasi dari komunikan. Misalnya perbedaan bahasa, kesulitan dalam menyusun kosakata, dan kekeliruan komunikator dalam menerjemahkan makna suatu bahasa.

Kata kunci

Komunikasi Antar Budaya Pada Pernikahan Antar Etnis Jawa dan Minang di Nagari Kinali Kabupaten Pasaman Barat

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Komunikasi antar budaya pada pernikahan antar etnis Jawa dan Minang di nagari Kinali Kabupaten Pasaman Barat2022 · oai:ais:skripsi:10943