Abstrak
ABSTRAK Skripsi yang disusun oleh MIFTAH HURRAHMAH, NIM 4418008, pada Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M, Djamil Djambek Bukittinggi, dengan judul “Tinjauan Sejarah Sosial Masjid Tuo Pincuran Gadang Di Nagari Matua Hilia Agam (1995-2021)”. Matua Hilia, ialah sebuah daerah yang dikenal karena memiliki sebuah bangunan bersejarah yaitu Masjid Tuo Pincuran Gadang, yang merupakan masjid tua yang mempunyai nilai sejarah Islam. Masjid yang berdiri tahun 1825 berada dilokasi yang di kelilingi oleh sumber mata air yang sampai detik ini mata air tersebut tidak pernah kering serta mempunyai peran penting dalam melawan pemerintah Kolonial Belanda di Kabupaten Agam tepatnya di Nagari Matua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan dan perkembangan sosial yang terjadi di Masjid Tuo Pincuran Gadang dan untuk mengetahui perubahan arsitektur Masjid Tuo Pincuran Gadang di Nagari Matua Hilia kecamatan Matur Kabupaten Agam. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian (Field Research) yaitu penelitian kualitatif memiliki sifat deskriptif-naratif. Data yang didapat dalam penelitian ini bersumber dari hasil observasi, wawanacara, dokumentasi serta penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan menggunakan langkah-langkah yaitu pengumpulan sumber atau heuristik, penyeleksian sumber atau verifikasi, penafsiran sumber atau interprestasi serta penulisan atau historiografi. Penulisan skripsi ini sesuai dengan buku Pedoman Penulisan Skripsi Pada Program Studi Sejarah Peradaban Islam SPI, UIN Syech M, Djamil Djambek Bukittinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Masjid Tuo Pincuran Gadang maka dapat disimpulkan bahwa masjid ini ialah masjid yanng tertua di Kecamatan Matur. Masjid ini telah mengalami beberapa kali perubahan serta perkembangan sosial dan perubahan arsitektur. Perubahan sosial yang terjadi meliputi perubahan fungsi masjid yang pada dahulunya digunakan sebagai tempat merencanakan strategi perang, lalu perkembangan sosial yang terjadi pada lingkungan masjid yakni fungsi kolam yang terletak di samping masjid, dibentuknya sebuah organisasi yang berbasis keagamaan (Persana). Masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Benda Cagar Budaya Batusangkar yaitu pada atap masjid, gobah masjid, atap pada menara, dan lantai.