Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh: ZELI MUSTIKA, NIM 3218086. SKRIPSI YANG BERJUDUL “IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN DI NAGARI BINJAI KECAMATAN RANAH AMPEK HULU TAPAN KABUPATEN PESISIR SELATAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM”. Skripsi mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kemiskinan di Nagari Binjai Tapan selain dari itu juga banyaknya masyarakat yang mengharapkan bantuan dari pemerintah seperti bantuan subsidi listrik, bantuan bedah rumah, PKH, bantuan sembako, kemensos, dan bantuan pemerintah lainnya, tetapi hal ini tidak dapat melenyapkan kemiskinan yang ada di Nagari Binjai Kec. Ranah Ampek Hulu Tapan Kab. Pesisir Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kemiskinan di Nagari Binjai Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan Dalam Perspektif Islam. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) adapun penelitian ini dilakukan dengan cara meneliti langsung kepada masyarakat miskin di Nagari Binjai Kec. Ranah Ampek Hulu Tapan Kab. Pesisir Selatan untuk melihat dan mengetahui faktor-faktor penyebab kemiskinan dalam perspektif Islam. Metode yang di gunakan adalah metode kuantitatif. Data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer, teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner dan studi kepustakaan. Sampel yang dipakai dalam penelitian adalah sebanyak 72 responden. Memakai metode non probability sampling dengan cara purposive sampling. Adapun data diperoleh dengan memakai skala likert yang sudah dibuktikan valid. Teknik analisis data menggunakan analisis faktor dengan memakai bantuan dari aplikasi SPSS versi 25.0 Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab kemiskinan di Nagari Binjai Kec. Ranah Ampek Hulu Tapan Kab. Pesisir Selatan Dalam Perspektif Islam ada 4 faktor yaitu pendidikan, pengangguran, lapangan kerja terbatas dan keterbatasan modal untuk berusaha. Pendidikan, rata-rata pendidikan kepala keluarga di Nagari Binjai adalah tamat SD. Pengangguran, di Nagari Binjai banyak sekali masyarakat yang menganggur, tidak bekerja dan adanya sikap malas bekerja. Lapangan kerja terbatas, di Nagari Binjai lapangan pekerjaan sangat minim, masyarakat disana kurang memiliki skill sehingga sulit untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. Keterbatasan modal untuk berusaha, di Nagari Binjai sangat sulit sekali mendapatkan modal usaha sehingga usaha yang berkembang masih kurang.