Abstrak
Skripsi ini berjudul “TRADISI MANDI BETATAI BAGI PENGANTIN” (Di Kelurahan Patunas Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi) yang ditulis oleh Ardiana, Nim 1117083, Program Studi Hukum Keluarga Islam (Al- Ahwal Al Syahsiyah) Tradisi mandi betatai ini bertujuan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari gangguan makhluk halus saat acara walimatul’ursy berlangsung dan dalam kehidupan rumah tangga. Pengaruh budaya dan keyakinan pra-Islam masih terasa dibeberapa prosesinya. Meskipun begitu hingga saat ini ritual “mandi betatai” masih terus dilaksanakan oleh masyarakat Banjar. Adapun rumusan masalah dalam tulisan ini adalah bagaimana pelaksaan “mandi betatai” bagi pengantin dan bagaimana pandangan hukum Islam terhadap tradisi mandi betatai bagi pengantin. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan mandi betatai dan bagaimana pandangan hukum Islam terhadap tradisi mandi betatai bagi pengantin di Kelurahan patunas, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabuparen Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fildresearch (lapangan) dengan mengunakan pendekatan dekskriptif kualitatif. Adapun sumber data yang digunakan umtuk penelitian ini adalah sumber data primer, tokoh masyarakat, pelaku, dan masyarakat umum. Sedangkan sumber data sekunder yang diperoleh melalui buku-buku dan jurnal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian yang penulis temukan tarisi mandi betatai berdasarkan tinjauan ‘urf, ritual mandi betatai yang terdiri dari beberapa tahapan kegiatan menghasilkan beberapa perspektif ‘urf, yaitu ‘urf al-shahih dan ‘urf al-fasid. Meskipun tradisi ini bertujuan baik dan dari segi alat dan bahan yang digunakan tidak ada yang melenceng dari ajaran agama Islam, namun dengan adanya beberapa prosesi yang tidak sesuia dengan syariat Islam maka secara keseluruhan tradisi ritual mandi betatai di kategorikan ‘urf al-fasid.