Abstrak
Skripsi ini disusun oleh SITI ALYA RAUDYA MAQFIRA dengan NIM 3318116, program studi strata-1 (S1) Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi Dengan judul skripsi “Analisis Strategi Penyaluran Pembiayaan Usaha Mikro di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus PT BPR Syariah Mentari Pasaman Saiyo)”. Penulisan ini dilatar belakangi oleh adanya pandemi covid-19, dimana virus ini mengakibatkan rusaknya tatanan negara baik dari segi kesehatan maupun di segi perekonomian. Ditambah lagi adanya peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah mengenai PSBB di wilayah indonesia, yang mengakibatkan penurunan pembiayaan Usaha Mikro di PT BPR Syariah Mentari Pasaman Saiyo serta adanya hambatan dalam penyaluran pembiayaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi apa yang digunakan oleh PT BPR Syariah Mentari Pasaman Saiyo dalam menyalurkan pembiayaan Usaha Mikro serta hambatan di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif, dengan menggunakan metode wawancara langsung dengan Account Officer (AO) PT BPR Syariah Mentari Pasaman Saiyo untuk memperoleh data yang nyata, tepat, dan akurat, serta menggunakan teknik analisa data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini, mengatakan bahwa strategi yang digunakan oleh PT BPR Syariah Mentari Pasaman Saiyo dalam menyalurkan pembiayaan Usaha Mikro di masa pandemi covid-19 ini yaitu dengan memilih calon nasabah yang tidak berdampak langsung terhadap dampak covid-19 dan tidak mendapatkan restrukturisasi dari bank lain, serta calon nasabah akan diberikan keringanan pembayaran angsuran sesuai dengan kebijakan peraturan OJK Nomor 11/POJK.03.2020. Dalam menyalurkan pembiayaan Usaha Mikro di masa pandemi covid-19 ini, pihak BPR Syariah mengalami hambatan dalam menyalurkan pembiayaan seperti laba PT BPR Syariah Mentari Pasaman Saiyo tertahan jika nasabah hanya membayar angsuran pokok pembiayaan atau modal bank akan tertahan pengembaliannya jika nasabah hanya membayar keuntungan bank