Abstrak
Skripsi ini berjudul “Strategi Guru Fiqih Mawaris Dalam Menanggulangi Kesulitan Belajar Santri di Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Kumpulan”, ditulis oleh Ahmad Egil Sandi NIM: 2118115 Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini diangkat dari fenomena yang dialami oleh peserta didik kelas XI di Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Kumpulan. Peneliti melihat di lokasi penelitian adanya kesulitan yang dirasakan santri dalam belajar Fiqih Mawaris yang disebabkan oleh aspek tenaga pendidik yang kurang memahami dan belum menguasai ilmu mawaris secara sempurna. Selain itu, guru juga terkendala strategi dan metode yang masih monoton dan sehingga menyebabkan santri tidak paham dengan pembelajaran yang dilakukan oleh guru tersebut. Disamping itu faktor dari anak didik juga menjadi penyebab dari kesulitan belajar Mawaris dikarenakan rendahnya kesadaran anak didik terhadap pentingnya ilmu mawaris. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kesulitan belajar Mawaris yang dirasakan oleh santri dan upaya yang dilakukan oleh guru mawaris terhadap permasalahan tersebut. Pembahasan dalam skripisi ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif untuk menggambarkan kondisi yang terjadi berdasarkan info dan fakta-fakta terkait problematika pembelajaran mawaris yang terjadi di Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Kumpulan. Adapun yang menjadi subjek dari penelitian adalah 5 orang santri kelas XI dan 1 orang guru Fiqih Mawaris. Untuk mengumpulkan data, penulis melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian untuk menjamin keabsahan data, penulis melakukan triangulangsi data. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar mawaris yang dialami oleh santri, yaitu: faktor materi dan sumber belajar yang meliputi istilah mawaris yang banyak, penetapan pembagian mawaris dalam bentuk hitungan dan sumber media yang hanya berupa buku cetak, faktor strategi dan metode pembelajaran yang meliputi metode dan strategi yang tidak bervariasi serta pembelajaran yang masih berpusat pada guru, dan faktor alokasi waktu yang meliputi tidak adanya kesimbangan antara materi dengan waktu pembelajaran serta ketetapan pembelajaran mawaris yang hanya 1x pertemuan/minggu. Adapun strategi/upaya yang dilakukan oleh guru Fiqih Mawaris diantaranya: Punishment (pemberian hukum), mengulang-ulang pelajaran dan menerapkan metode yang tepat.