Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2022Versi 1

museum Amai setia dan peran dalam melestarikan nilai- nilai budaya di Koto Gadang (1983-2020)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Sejarah Peradaban Islam•13 dilihat · 3 unduhan

Abstrak

Skipsi atas nama RIKA AFIANTI, NIM. 4417020, Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAN) Bukittinggi, dengan judul “Museum Amai Setia dan Peran Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Budaya di Koto Gadang (1983-2020)”. Koto Gadang merupakan daerah yang terkenal dengan kerajinan dan negerinya para Doktor, masyarakatnya sebagian besar bermata pencarian sebagai pengrajin sulam dan perak. kerajinan sulam dan perak tersebut merupakan warisan kebudayaan dari masyarakat Koto Gadang dan dilestarikan oleh Museum Amai Setia. Museum Amai Setia yang berdiri pada tahun 1983 M ini memiliki peran yang sangat penting dalam melestarikan Kerajinan dan budaya di Koto Gadang. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah dan perkembangan Museum Amai Setia, untuk mengetahui kendala-kendala yang mempengaruhi dalam melestarikan sulam dan perak oleh Museum Amai Setia, untuk mengetahui peranan Museum Amai Setia dalam mengenalkan kerajinan sulam, perak dan budaya Koto Gadang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif-naratif. Data dalam penelitian ini bersumber dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan melalui beberapa langkah-langkah yaitu heuristik atau pengumpulan sumber, verifikasi atau penyeleksian sumber, interprestasi atau penafsiran sumber dan historiografi atau penulisan. Penulisan skripsi ini menggunakan sistematika sesuai buku Pedoman Penulisan Skripsi Prodi SPI IAIN Bukittinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Museum Amai Setia di Koto Gadang bahwa museum ini dahulunya sekolah non formal yang didirikan oleh Rohana Kudus pada tahun 1915 M dengan nama Kerajinan Amai Setia 1915, alasan didirikannya Museum Amai Setia karena adanya kesadaran pihak pengelola Kerajinan Amai Setia dan masyarakat untuk melestarikan kerajinan dan benda-benda bersejarah yang tersimpan di gedung Kerajinan Amai Setia, maka pada tahun 1983 M dibangunlah ruang 9x15 meter sebagai tempat penyimpanan koleksi atau museum mini dan tempat pengrajin bekerja, dikarenakan semakin banyaknya koleksi museum membuat koleksi di ruangan di lantai satu tidak tersusun rapi. Maka pada masa kepemimpinan Agoesnar Masfar tahun 1996, dibangunlah lantai dua sebagai tempat pameran tetap koleksi Museum Amai Setia. Kata kunci : Museum Amai Setia, Pelestarian, Peran

Kata kunci

Kata kunci : Museum Amai Setia, Pelestarian, Peran

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1museum Amai setia dan peran dalam melestarikan nilai- nilai budaya di Koto Gadang (1983-2020)2022 · oai:ais:skripsi:9549