Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Penanggulngan Kenakalan Remaja Melalui Pendidikan Keluarga Di Alamanda Jorong Bunuik Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat” Oleh Melliza Putri Nim. 2117031, program studi pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Di Desa Alamanda Jorong Bunuik Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat masih banyak remaja yang melakukan tindakan kenakalan remaja seperti bolos sekolah, merokok, mabuk- mabukan dan berkumpul hingga larut malam, serta beberapa remaja juga mengkonsumsi obat terlarang (narkoba), dan untuk perkembangan peredaran narkoba di tempat penulis teliti terdapat satu orang sebagai Bandar, tiga orang sebagai pengedar dan dua pengguna, untuk pengguna belum bisa dipastikan berapa jumlahnya, karena belum ada bukti yang kuat untuk menyatakan mereka pengguna narkoba. Sebagian dari remaja tersebut yang melakukan tindakan kenakalan remaja meliki orang tua yang berlatar belakang agamis. Salah satu usaha orang tua dalam menangatasi kenakalan remaja adalah menasehati anak agar tidak terjerumus kedalam pergaulan yang tidak baik. Seharusnya ketika orang tua memiliki latar belakang yang agamais maka anaknya juga seorang yang agamais .Namun pada kenyataanya dilapangan remaja tetap melakukan kenakalan remaja walaupun mempunyai orang tua yang berlatar belakang agamais. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, Artinya peneliti akan melihat peanggulangan kenakalan remaja melalui pendidikan keluarga di Alamanda Jorong Bunuik Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Informan kunci dalam penelitian ini adalah orang tua remaja Alamanda Jorong Bunuik Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat, sedangkan informan pendukungnya remaja Alamanda Jorong Bunuik Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Teknik pengumpulan data: observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik pengabsahan data: teknik triangulasi. Teknik analisis data: pemilihan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, namun remaja masih tetap melakukannya, hal ini disebabkan karena beberapa faktor diantaranya: kesibukan orang tua yang membuat anak kurang perhatian sehingga apa yang di ajarkan oleh orang tua tidak melekat kepada diri anak, selain itu rasa ingin tahu anak yang sangat besar membuat anak ingin terus coba-coba, dan faktor lingkungan yang tidak sehat membuat anak tetap melakukan tindakan kenakalan remaja.