Abstrak
ABSTRAK Silvi Khairina, NIM. 2617104 Skripsi ini berjudul “Profil Kekerasan Orangtua pada Anak di Desa Tanjung Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun” Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi (IAIN Bukittinggi). Penelitian ini dilatar belakangi oleh gambaran kekerasan fisik dan psikis orangtua pada anak di Desa Tanjung Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun. Berdasarkan observasi dan wawancara yang peneliti lakukan, ada beberapa orangtua yang sering melakukan tindakan kekerasan fisik dan psikis pada anak, alasan orangtua melakukan tindakan tersebut adalah agar anak dapat lebih disiplin dan menuruti perintah orangtua. Fokus masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah; (1) Profil Kekerasan Fisik Orangtua pada Anak di Desa Tanjung Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun, (2) Profil kekerasan psikis orangtua pada anak Desa Tanjung Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu menggambarkan fakta dan realita yang ada di lapangan. Informan dalam penelitian ini dipilih secara acak (sembarang atau tanpa pola), adapun informan kuncinya yaitu 6 orangtua, dan informan pendukungnya yaitu 6 orang anak usia sekolah dasar yang berada di Desa Tanjung Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun, dan 2 orang tetangga. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Data ini diuji dengan triangulasi, setelah itu dianalisis dengan menggunakan 3 tahap yaitu; (1) Reduksi data, (2) Penyajian data, (3) Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Profil kekerasan fisik orangtua di Desa Tanjung Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun yaitu mencubit, memukul, menjewer, mendorong, menjambak rambut anak, mengguncang tubuh anak bahkan melempar dengan barang, (2) Profil kekerasan psikis orangtua pada anak di Desa Tanjung Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun yaitu tindakan dimarahi sambil digertak, diancam, dihina atau dibandingkan dengan anak yang lain, kemudian juga ada 2 orang anak yang merupakan anak dari informan sekaligus informan itu sendiri dalam penelitian ini dituduh dan dikurung di kamar, dan memutuskan hubungan sosial anak secara paksa, mengontrol atau menghambat anak dalam berbicara untuk membela dirinya sendiri.