Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2021Versi 1

Tradisi Uang Hilang Dalam Pernikahan Ditinjau Dari Hukum Islam (Studi Kasus di Kenagarian Sikucur Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)•7 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul “TRADISI UANG HILANG DALAM PERNIKAHAN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM” (Studi Kasus Di Kenagarian Sikucur Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman), yang ditulis oleh Karmila Mulyani, NIM 1117029, Program Studi Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah) Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena adanya tradisi uang hilang dalam pernikahan di Kenagarian Sikucur. Pada tradisi ini pihak keluarga mempelai perempuan harus menyerahkan sejumlah uang kepada pihak keluarga mempelai laki-laki yang jumlah dan waktu pemberiannya telah disepakati oleh kedua pihak keluarga. Uang tersebut bukan termasuk mahar. Jika tidak tercapai kesepakatan antara kedua keluarga tentang berapa besaran jumlah uang hilang, maka pernikahan akan dibatalkan atau ditunda sampai tercapai kesepakatan kedua pihak keluarga mempelai. Berbeda dengan daerah lain dimana uang hilang ini benar-benar hilang atau tidak dikembalikan sama sekali, di Kenagarian Sikucur ternyata uang hilang dikembalikan lagi kepada pihak mempelai perempuan sekurang-kurangnya setengah dari yang diberikan. Permasalahan di dalam skripsi ini yaitu bagaimana kegunaan uang hilang dan apa tujuan dari adanya pelaksanaan uang hilang di Kenagarian Sikucur Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman serta bagaimana pandangan Hukum Islam terhadap tradisi uang hilang di Kenagarian Sikucur Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (Field Reseach), dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode wawancara, observasi langsung di lapangan dan dokumentasi. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah niniak mamak, pemuka-pemuka adat, dan tokoh agama yang ada di Kenagarian Sikucur, sedangkan untuk sumber data sekunder adalah buku-buku yang berisi penjelasan mengenai khitbah dan pernikahan seperti buku Fikih Munakahat, Fiqih Sunnah, Hukum Islam Di Indonesia dan buku yang berkaitan lainnya. Adapun dalam menganalisi data, penulis penggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kegunaan uang hilang yaitu modal alek (pesta pernikahan) di rumah mempelai laki-laki, penambah pengembalian uang japuik atau agiah jalang yang diberikan oleh pihak mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan yang berupa emas, baju sapatagak, tas, sepatu, sendal, serta modal usaha sesudah nikah atau bekal dalam berumah tangga. Adapun tujuan dari adanya uang hilang ini yaitu, meringankan beban keluarga pihak mempelai laki-laki, jalan keluar untuk membantu pihak perempuan mendapatkan jodoh, saling membantu, saling tolong menolong, dan saling menghargai diantara kedua belah pihak, menjalin silaturahmi antara kedua keluarga besar, serta mengangkat martabat mempelai laki-laki di keluarga mempelai perempuan. Adanya tradisi uang hilang ini menurut hukum Islam termasuk kepada ‘urf, yaitu kebiasaan atau adat istiadat. ‘Urf digunakan dengan memandang pada kualitas perbuatan yang dilakukan, yaitu diakui, diketahui, dan diterima oleh orang banyak. ‘Urf merupakan sesuatu yang dipandang baik dilakukan secara berulang-ulang, yang telah dikenal oleh masyarakat dan merupakan kebiasaan di kalangan masyarakat baik berupa perkataan maupun berupa perbuatan.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Tradisi Uang Hilang Dalam Pernikahan Ditinjau Dari Hukum Islam (Studi Kasus di Kenagarian Sikucur Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman)2021 · oai:ais:skripsi:9176