Abstrak
Skripsi yang berjudul “Pelaksanaan Pembelajaran Tahfiz Al-Qur’an Siswa Kelas 8 MTsS Muhammadiyah Lawang Tigo Balai Kec. Matur, Kab. Agam”. Disusun oleh Dewi Ana Kartika, Nim 2117157. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Prodi Pendidikan Agama Islam. Latar belakang penelitian adalah dikarenakan pembelajaran tahfiz Al-Qur’an merupakan mata pelajaran yang baru dimasukkan dalam pelajaran muatan lokal di MTsS Muhammadiyah Lawang Tigo Balai. dalam pelaksanaan pembelajaran tahfiz Al-Qur’an guru kurang bisa memaksimalkan pembelajaran dikarenakan keadaan yang kurang mendukung dan waktu yang terbatas, sehingga pembelajaran tahfiz Al-Qur’an hanya berjalan seadanya. Adapun batasan dari penelitian ini adalah Pelaksanaan Pembelajaran Tahfiz Al-Qur’an Siswa Kelas 8 MTsS Muhammadiyah Lawang Tigo Balai Tahun Ajaran 2020//2021. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran tahfiz Al-Qur’an di kelas 8 MTsS Muhammadiyah Lawang Tigo Balai Tahun Ajaran 2020/2021. Serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran tahfiz Al-Qur’an di kelas 8 MTsS Muhammadiyah Lawang Tigo Balai Tahun Ajaran 2020/2021. Dalam pelaksanaan pembelajaran tahfiz Al-Qur’an di kelas 8 MTsS Muhammadiyah Lawang Tigo Balai, guru mengunakan dua metode pembelajaran yakni metode kitabah dan metode tasmi, pengunaan metode kitabah digunakan guru disaat pembelajaran daring, sementara pengunaan metode tasmi digunakan saat pembelajaran tatap muka di sekolah. faktor pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran tahfiz adalah: 1) Faktor pendukung yang berasal dari dalam diri siswa adalah munculnya motivasi dalam diri siswa ketika melihat temannya lebih baik dan lebih banyak hafalannya. Dan adanya keinginan siswa untuk menghafal Al-Qur’an. 2) faktor pendukung yang berasal dari lingkungan adalah adanya dukungan yang didapatkan anak dari lingkungan sekitarnya, baik dari lingkungan sekolah, teman dan keluarga. Sehingga membuat anak lebih bersemanggat dan lebih giat untuk menambah hafalan ayatnya. Adapun faktor penghambat dalam pembelajaran tahfiz adalah sebagian siswa ada yang malas untuk menghafal, kurangnya dukungan yang didapatkan anak dari orang tua dirumah, Dan juga alokasi waktu pembelajaran tatap muka yang diciutkan menjadi 40 menit, menyebabkan tidak efektifnya pelaksanaan pembelajaran.