Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2021Versi 1

TRADISI DOA TOLAK BALA (QUNUT) DI JORONG TANAH BAIRIANG NAGARI CINGKARIANG (LIVING HADIS)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Hadis•8 dilihat · 7 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Syafwan, NIM : 4215011, “TRADISI DOA TOLAK BALA DI JORONG TANAH BAIRIANG NAGARI CINGKARIANG (LIVING HADIS)”. Jurusan Ilmu Hadis, Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Doa tolak bala adalah salah satu dari banyaknya berbagai macam tradisi, budaya srta ritual keagamaan yang menjadi kajian yang unik dan seharusnya mengetahui alasan melaksanakannya. Banyak perbedaan dalam melaksanakan doa tolak bala ini di kalangan masyarakat dan memiliki landasan berbeda pula. Yang menjadi pokok permasalahannya adalah (a) pelaksanaan tradisi doa tolak bala di jorong Tanah Bairiang Nagari cingkariang (b) tinjauan hadis yang berkaitan dengan doa tolak bala di jorong Tanah Bairiang Nagari Cingkariang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Data penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan di lapangan, data tersebut diperoleh dari berbagai kalangan masyarakat. Data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui telaah kepustakaan. Oleh karena itu, metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi, kajian Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan living hadis dalam mengkaji hadis yang menjadi inspirasi dari tradisi keberagaman masyarakat. Bentuk dari kajian living hadis adalah tradisi praktek dan lisan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan tradisi doa tolak bala di jorong Tanah Bairiang yaitu dilakukan setiap hari dalam shalat subuh, hal ini dapat dikatakan dengan qunut nazilah karena di baca pada rakaar kedua dalam shalat subuh setelah membaca doa i’tidal yang dimulai oleh imam shalat dan diikuti oleh jemaah di belakang, dengan posisi tangan menelungkup atau berbeda dengan biasanya kita berdoa. Telapak tangan di arahkan kebawah dan punggung tangan menghadap ke atas. Timjauan hadis yang terdapat dalam musnad imam ahmad bin hanbal mengenai doa tolak bala ini mengatakan bahwa nabi Muhammad saw melakukan qunut nazilah ini selama sebulan penuh, lalu meninggalkannya. Namun ada hadis yang diriwayatkan oleh imam muslim yang mengatakan bahwa Nabi muhammad melakukan qunut selama sebulan penuh kemudian beliau meniggalkannya sedangkan qunut pada subuh selalu nabi lakukan sampai beliau meninggal. Namun masyarakat jorong tanah bairiang ini melakukan qunut subuh dan juga doa tolak bala menjadi rutinitas setiap hari.dengan sandaran hadis yang diriwayatkan imam bukhari “mintalah perlindungan kepada Allah swt dari cobaan yang menyulitkan, kesengsaraan yang menderitakan, takdir yang buruk dan cacian musuh”. Key Word : Do’a Tolak Bala, Living Hadist, Tanah Bairiang

Kata kunci

Do’a Tolak Bala, Living Hadist, Tanah Bairiang

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1TRADISI DOA TOLAK BALA (QUNUT) DI JORONG TANAH BAIRIANG NAGARI CINGKARIANG (LIVING HADIS)2021 · oai:ais:skripsi:8573