Abstrak
Penelitian ini dilatar belakangi oleh perubahan zaman dan kemampuan daya intelektual masyarakat yang menjadikan berubahnya pemahaman keagamaan masyarakat. Masyarakat Nagari dahulunya adalah homogen telah berubah menjadi masyarakat heterogenya, serta dari sisi intelektual, pendidikan masyakarat Nagari bukan lagi dengan pendidikan dasar dan menengah (SD dan SMP), namun telah berubah pada masyarakat berpendidikan atas (SMA, Diploma, dan Sarjana). Selain itu, pola interaksi dan komunikasi masyarakat yang sangat luas berakibat pada peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat terhadap berbagai masalah. Kondisi seperti ini tentu saja mempengaruhi pemahaman keagamaan masyarakat berkembang ke arah yang lebih baik; sebaliknya dapat pula menjadikan pemahaman masyarakat terhadap nilai teologi keagamaan menjadi berubah. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang diamati, diarahkan dari latar belakang individu secara utuh (holistic) tanpa mengisolasikan individu dan organisasinya dalam variabel tetapi memandangnya sebagai bagian dari suatu keutuhan. Penelitian kualitatif selalu berusaha mengungkap suatu masalah, keadaan atau peristiwa sebagaimana adanya. Hasil penelitian diarahkan dan ditekapkan pada upaya memberikan gambaran seobyektif dan sedetail mungkin tentang keadaan yang sebenarnya dari obyek studi. Penelitian kualitatif biasanya didesain secara longgar, tidak ketat, sehingga dalam pelaksanaan penelitian berpeluang mengalami perubahan dari apa yang telah direncanakan. Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel ditetapkan adalah dengan tekhnik sampling tidak acak (non probability sampling) melalui snowball sampling. Tata cara penggunaan teknik sampel ini mirip bola salju menggelinding dari puncak suatu bukit, yang semakin lama semakin membesar. Pada awalnya, sampel jumlahnya sedikit, dan tergantung dari tingkat kejenuhan data yang dibutuhkan peneliti. Berdasarkan hasil pembahasan pada penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa perubahan paham teologi generasi milenial Nagari Balingka disebabkan oleh perkembangan taraf pendidikan serta perubahan pola interaksi dan komunikasi masyarakat yang sangat luas melalui pengaruh globalisasi pada generasi milenial. Proses perubahan paham teologi keagamaan generasi milenialdi antaranya: 1) penegasan sikap ekslusivisme komunal generasi milenial dengan; 2) proses mengulang-ulang materi, serta 3) memberikan penguatan dalam forum kajian agama dari mentor sebagai salah satu jawaban dari proses pencarian jati diri kalangan muda. Sedangkan dampak perubahan paham teologi keagamaan generasi dapat dikategorikan dalam 3 (tiga) bentuk, yakni 1) dari kultural budaya masyarakat; 2) perubahan struktur sosial masyarakat bahwa masyarakat Nagari Balingka dengan struktur masyarakat homogen pada heterogen; 3) Keterbatasan komunikasi dalam masyarakat antara generasi tua dengan generasi milenial