Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2021Versi 1

TRADISI SELAMATAN KEMATIAN MASYARAKAT ISLAM DAN MASYARAKAT HINDU DI KAMPUNG BALI DESA PETALING JAYA KECAMATAN SUNGAI GELAM KABUPATEN MUARO JAMBI

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Sosiologi Agama•6 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul: “Tradisi Selamatan Kematian Masyarakat Islam Dan Masyarakat Hindu Di Kampung Bai Desa Petaling Jaya Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi”. yang disusun oleh Heni Febriani dengan NIM : 4616.036 Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, IAIN Bukittinggi. Latar belakang masalah penelitian ini berawal dari fenomena Tradisi Selamatan Kematian Masyarakat Islam Dan Hindu Di Kampung Bali Desa Petaling Jaya Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Selamatan kematian yang dilakukan di Kampung Bali antara masyarakat Islam dan masyarakat Hindu dilakukan setelah 3 hari kematian, setelah 7 hari, setelah 40 hari kematian, dan setelah 100 hari kematian. Dalam pelaksanannya hampir sama tetapi mereka melakukan sesuai dengan ajaran agama masing- masing . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman proses pelaksanan selamatan yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data, wawancara, observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini di Kampung Bali Desa Petaling Jaya Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Dalam pengumpulan data penelitian ini, informan berjumlah 6 orang, yang menjadi informan kunci yaitu tokoh agama dan kepala Kampung Bali di Kampung Bali. sedangkan yang menjadi informan pendukung yaitu masyarakat penganut agama Islam dan masyarakat penganut agama Hindu di Kampung Bali. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tradisi selamtan kematian yang di lakukan di Kampung Bali yang pertama masyarakat Islam dalam pelaksanaanya acara selamatan kematian atau tahlilan diselenggarakan setelah selesai proses penguburan kemudian terus berlangsung setelah 3 hari kematian, setelah 7 hari kematian, setelah 40 hari kematian, dan setelah 100 hari kematian. Untuk selanjutnya acara tersebut diadakan tiap tahun dari hari meninggalnya seseorang. Pelaksanaan tahlilan, diawali oleh pihak keluarga yang meninggal dengan mengundang tetangga dan sanak keluarga secara lisan untuk menghadiri acara tersebut akan diselenggarakan di rumah duka. Dalam menyambut acara tahlilan, keluarg yang meninggal dibantu oleh para tetangga dan lain sebagainya, bekerja keras mempersiapkan hidangan yang akan disuguhkan kepada para hadirin yang datang. Kedua Masyarakat Hindu dalam pelaksanaannya acara selamatan kematian diselenggarakan setelah 3 hari kematian, setelah 7 hari kematian, setelah 40 hari kematian, dan setelah 100 hari kematian Dalam selamatan kematian yang dilakukan oleh masyarakat Hindu di kampung Bali bisanya mayarakat Hindu berdoa di pura secara bersama dan mereka menyajikan sesajen untuk sang arwah. Ketiga, Persaman dari tradisi selamatan kematian yang di lakukan oleh masyarakat Islam dan masyarakat Hindu kampung Bali yaitu dalam proses pelaksanannya sama-sama melakukan proses medoa yang dilakukan setelah 3 hari kematian, setelah 7 hari kematian, setelah 40 hari kematian, dan setelah 100 hari kematian

Kata kunci

Selamatan Kematian, Masyarakat Islam, Dan Masyarakat Hindu

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1TRADISI SELAMATAN KEMATIAN MASYARAKAT ISLAM DAN MASYARAKAT HINDU DI KAMPUNG BALI DESA PETALING JAYA KECAMATAN SUNGAI GELAM KABUPATEN MUARO JAMBI2021 · oai:ais:skripsi:8326