Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2021Versi 1

RELASI GENDER DAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN (STUDI KETIMPANGAN RELASI GENDER PADA DEMA FAKULTAS DI LINGKUNGAN IAIN BUKITTINGGI)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Sosiologi Agama•5 dilihat · 5 unduhan

Abstrak

ABSTRACT Thesis on behalf of Redni Putri Meldianto NIM 4617026 entitled "The Gender Relation And Student Organization (A Research Of Woman Involvement In Decision Making At DEMA Faculty In IAIN Bukittinggi)". The Sociology of Religion Study Program, Faculty of Ushuluddin Adab and Da'wah IAIN Bukittinggi 2021. Inequality in gender relations exists in various forms, such as marginalization, subordination, stereotypes, violence, and the double burden that exists in each social institution, one of which is the DEMA Faculty in IAIN Bukittinggi. The difference in gender roles between male students and female students in various activities of Faculty DEMA within IAIN Bukittinggi has led to the formation of inequality in gender relations in policymaking at Faculty DEMA within IAIN Bukittinggi. The purpose of this research is to describe the form of inequality in gender relations in policymaking at DEMA Faculties in the IAIN Bukittinggi environment. The type of research used in the research is qualitative with the research location at DEMA Faculty in the IAIN Bukittinggi environment. The informants in this research consisted of principal informants, namely the administrators of the Faculty DEMA in the IAIN Bukittinggi environment, as well as observers from the Deputy Dean. For the method of collecting information by interview and documentation, the data analysis method used in this research is the data analysis method proposed by Miles and Huberman. While the validity of the data is done by extending the observation, increasing the intensity, and triangulation The results of the research show that the situation that took place at the Faculty DEMA in the IAIN Bukittinggi environment placed male students as superior and female students as inferior, thus greatly harming the position of female students in the policymaking process at the Faculty DEMA within the IAIN Bukittinggi environment. What causes the formation of inequality in gender relations, because the understanding that men must be in the top position in policymaking. The form of inequality in gender relations that exists in the Faculty DEMA in the IAIN Bukittinggi environment, such as marginalization, stereotypes, and subordination. Strongly rooted in a patriarchal culture that always puts men as the central figure in gender relations, so that female students are always the second class and receive less professional treatment in organizational reality and the weak pattern of gender relations at DEMA Faculty in IAIN Bukittinggi, and less open in the context of the closeness of the two, it also affects the effectiveness of the organization. ABSTRAK Skripsi atas nama Redni Putri Meldianto NIM 4617026 berjudul “Relasi Gender Dan Organisasi Kemahasiswaan (Studi Peran Perempuan Dalam Pengambilan Kebijakan Pada DEMA Fakultas IAIN Bukittinggi)”. Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah IAIN Bukittinggi 2021. Ketimpangan relasi gender terjalin dalam bermacam wujud semacam: marginalisasi, subordinasi, stereotype, kekerasan, serta beban ganda yang terjalin pada tiap institusi sosial, salah satunya ialah DEMA Fakultas di lingkungan IAIN Bukittinggi. Perbedaan peran gender antara mahasiswa laki-laki serta mahasiswa perempuan dalam bermacam aktivitas DEMA Fakultas di lingkungan IAIN Bukittinggi yang menimbulkan terbentuknya ketimpangan relasi gender dalam pengambilan kebijakan pada DEMA Fakultas di lingkungan IAIN Bukittinggi. Tujuan riset ini merupakan untuk mendeskripsikan wujud ketimpangan relasi gender dalam pengambilan kebijakan pada DEMA Fakultas di lingkungan IAIN Bukittinggi. Tipe riset yang digunakan dalam riset ialah kualitatif dengan lokasi riset di DEMA Fakultas di lingkungan IAIN Bukittinggi. Informan dalam riset ini terdiri dari informan pelaku, ialah pengurus DEMA Fakultas di lingkungan IAIN Bukittinggi, serta informan pengamat Wakil Dekan. Untuk metode pengumpulan informasi dilakukan dengan wawancara serta dokumentasi, metode analisis data yang digunakan dalam riset ini metode analisis data yang dikemukakan oleh Miles serta Huberman. Sedangkan metode keabsahan data dilakukan dengan memperpanjang pengamatan, meningkatkan intensitas serta triangulasi. Hasil riset menampilkan bahwa keadaan yang berlangsung pada DEMA Fakultas di lingkungan IAIN Bukittinggi menempatkan mahasiswa laki-laki selaku superioritas serta mahasiswa perempuan inferioritas, sehingga sangat merugikan posisi mahasiswa perempuan dalam proses pengambilan kebijakan pada DEMA Fakultas di lingkungan IAIN Bukittinggi. Yang menyebabkan terbentuknya ketimpangan relasi gender, sebab pemahaman jika laki-laki wajib terletak pada posisi atas dalam pengambilan kebijakan. Wujud ketimpangan relasi gender yang terjalin pada DEMA Fakultas di lingkungan IAIN Bukittinggi, seperti marginalisasi, stereotype, serta subordinasi. Mengakar kokoh budaya patriarki yang senantiasa mengedepankan laki-laki selaku tokoh sentral dalam relasi gender, sehingga mahasiswa perempuan senantiasa jadi the second class serta memperoleh perlakuan yang kurang profesional dalam realitas organisasi serta lemahnya pola relasi gender pada DEMA Fakultas di lingkungan IAIN Bukittinggi, dan kurang terbuka dalam konteks kedekatan keduanya, pula pengaruhi daya guna organisasi.

Kata kunci

Pengambilan Kebijakan; DEMA; Relasi Gender; Peran Perempuan

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1RELASI GENDER DAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN (STUDI KETIMPANGAN RELASI GENDER PADA DEMA FAKULTAS DI LINGKUNGAN IAIN BUKITTINGGI)2021 · oai:ais:skripsi:8130