Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2021Versi 1

Konsep kepemimpinan kepala negara dalam perspektif fiqih siyasah menurut abdullah Ad-dumaiji dan relevansinya dengan negara indonesia

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Tatanegara (siyasah)•4 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Ardian Wahyudi NIM 1316002 “Konsep Kepemimpinan Kepala Negara Dalam Perspektif Fiqih Siyasah Menurut Abdullah Ad- Dumaiji Dan Relevansinya Dengan Negara Indonesia”, Prodi Hukum Tata Negara Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi 2021. Masalah dalam penelitian ini adalah pemikiran Abdullah Ad-Dumaiji tentang konsep kepemimpinan dalam perspektif Fiqih Siyasah dan direlevansikan dengan kepala Negara Indonesia, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran Abdullah Ad-Dumaiji tentang konsep kepemimpinan dan relevansinya dengan negara indonesia dan apakah sesuai dengan konsep Fiqih Siyasah. Jenis penelitian ini menggunakan Library Research. Sifat penelitian ini adalah Deskriptif Analisis dengan maksud untuk mendeskripsikan pemikian seorang tokoh Abdullah Ad- Dumaiji mengenai kepemimpinan secara komprehensif kemudian di analisa secara logis sehingga mendapat suatu kesimpulan terhadap pemikirannya tentang konsep kepemimpinan dalam pandangan fiqih siayah serta relevansinya dengan negara indonesia.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini adalah dengan pemeriksaan data (editing), penandaan data (coding), rekonstruksi.Penulis menganalisa data dengan menggunakan metode berfikir deduktif yaitu suatu metode analisa data dengan cara bermula dari data yang bersifat umum kemudian ditarik kesimpulan sehingga menjadi data yang bersifat khusus. Temuan dalam penelitian ini yaitu Abdullah Ad-Dumaiji dengan pemikirannya tentang kepemimpinan negara adalah seorang pemimpin bila ingin menjadi kepala negara harus mempunyai integritas yang tinggi, berilmu, adil, mampu dari segi fisik dan finansial, berbadan sehat baik rohani maupun jasmani. Sedangkan orang yang berhak memilih seorang pemimpin yaitu hanya dari kalangan cerdik pandai dari umat maupun ulama, karena pada dasarnya orang yang berakal akan memilih orang yang berakal pula. Sehingga tidak diperlukan lagi kampanye yang membuang-buang dana secara bathil untuk meraup suara bagi seorang calon pengganti. Hal itu sesuai dengan konsep Fiqih siyasah dan relevansinya dengan kepemimpinan negara Indonesia adalah mengenai syarat dan kriteria calon yang akan menduduki jabatan pemimpin. Dan hal yang tidak relevansi anatara kepemimpinan negara Indonesia dengan pemikiran Abdullah Ad- Dumaiji yaitu mengenai tata cara penyelenggaraan dalam sistem pemilihannya.

Kata kunci

KonsepKepemimpinan, Pemikiran Abdullah Ad- Dumaiji, Fiqih Siyasah, Kepala Negara.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Konsep kepemimpinan kepala negara dalam perspektif fiqih siyasah menurut abdullah Ad-dumaiji dan relevansinya dengan negara indonesia2021 · oai:ais:skripsi:8068