Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh Desri Yolanda, NIM 2116.024, berjudul: “Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Secara Daring di SD Negeri 29 Koto Hilalang, Kec.Ampek Angkek, Agam”. Pada saat peneliti mendatangi SD Negeri 29 Koto Hilalag yang kebetulan peneliti mengajar di MDA Terpadu SD Negeri 29 Koto Hilalang yang bertempat di SD tersebut, dan peneliti berkunjung atas dasar keperluan MDA. Peneliti memperhatikan guru dalam melaksanakan pembelajaran secara daring. Guru menggunakan aplikasi whatsapp sebagai media komunikasi dengan siswa. Setelah peneliti amati lebih lanjut hampir semua materi guru tersebut menggunakan metode pemberian tugas. Padahal pada kenyataannya tidak semua materi bisa terapkan hanya melalui pemberian tugas. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatf. Penelitian berlokasi di SD Negeri 29 Koto Hilalang yang beralamat di Jorong Koto Hilalang, Kenagarian Lambah, Kecamatan Ampek Angkek, Agam. Dalam hal ini yang menjadi informan kunci adalah guru Pendidikan Agama Islam dan siswa-siswi kelas VI A&B, dan informan pendukung Kepala Sekolah SD Negeri 29 Koto Hilalang. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara dengan informan. Setelah melakukan penelitian maka diperoleh hasil sebagai berikut bahwa problematika pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara daring tersebut yaitu berupa problematika yang dihadapi guru dan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara daring. Problematika yang dihadapi guru seperti aplikasi pembelajaran yang tidak terkuasi secara maksimal. Kemudian jaringan internet dan smartphone yang didalamnya mencakup kuota internet yang menjadi keluhan bagi guru. Selanjutnya pengelolaan pembelajaran yang masih belum terlaksana secara efektif sehingga menyebabkan siswa kurang memahami materi yang disampaikan. Terakhir masalah penilaian yang menjadi masalah serius bagi guru berhubung susahnya melakukan penilaian karena minimnya interaksi dengan siswa. Adapun problematika yang dihadapi siswa berupa aplikasi pembelajaran yang digunakan guru belum maksimal guna keberhasilan pembelajaran daring ini. Kemudian masalah jaringan internet dan smartphone yang menjadi keluhan bagi siswa karena tidak semua siswa memiliki smartphone dan juga gangguan jaringan serta kuota internet yang tidak memadai walaupun sudah ada bantuan kuota dari pemerintah, tapi kuota tersebut tidak bisa digunakan untuk semua aplikasi. Selanjutnya masalah pengelolaan pembelajaran yang dilakukan guru tidak sesuai dengan kemampuan siswa dalam memahami materi. Terakhir masalah kurangnya pengawasan orang tua yang menyebabkan siswa lebih banyak bermain diluar rumah.