Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini atas nama Syiratih husna, Nim 2116.200 dengan judul “Pelaksanaan Program Tahfidz Al-Qur’an secara Daring pada Masa Covid-19 di SMA Islam Al-Ishlah Bukittinggi” Jurusan Pendidikan Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Instintut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, 2020. Penelitian ini dilatar belakangi melalui tahfidz Al-Qur’an merupakan suatu kegiatan pemeliharakan Al-Qur’an yang dilakukan seseorang dengan jalan menghafalnya, hingga ia mengerti isi kandungan dari Al-Qur’an dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kehidupan dunia dan akhirat. Masalah yang terlihat dilapangan adalah kurangnya konsentrasi dalam menyetor hafalan kepada guru tahfidz, kurang lengkapnya tahapan strategi yang dilakukan peserta tahfidz seperti tidak memahami ayat dihafal dan kurangnya murojaah, kurangnya pelaksanaan dan keseriusan murojaah sehingga hafalnnya mudah hilang dan tidak lengkapnya teknik dalam menghafal.. Jenis Penelitian yang penulis gunakan adalah deskriptif kualitatif yang bersifat kualitatif. Deskriptif kualitatif adalah prosedur peneliti yang dihasilkan dari data deskriptif berupa kata-kata tertulis dari prilaku yang diamati sementara teknik mengumpulkan data yang penulis gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, informen kunci dalam penelitian adalah guru tahfidz dan santri pendukung Hasil penelitian menunjukan bahwa penelitian Pelaksanaan program tahfidz baik itu mengunakan metode yang digunakan dalam menghafal Al-Qur’an tidak ditentukan metode khusus dalam menghafal namun diserahkan kepada siswa sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing, strategi menghafal siswa mengusahakan pikiran dalam keadaan tenang, membaca terlebih dahulu ayat-ayat yang akan dihafal dalam memurojaah tidak terlalu sering. Waktu pelaksanaan disediakan dalam waktu di luar pembelajaran yakni pagi jam 07:00-07:30 setiap hari dan di hari jumaat paginya dilakukan murojaah hafalan sebelumnya Dalam melakukan evaluasi pada saat pandemik ini terlihat ketidak jujuran bagi siswa dalam menyetor hafalnya, evaluasi yang dilakukan setiap hari kamis dan juga setiap akhir semester cara menyetornya secara sambung ayat dari guru tahfidz. Hal ini dijadikan bahwa bukti program tahfidz di SMA Islam Al-Ishlah Bukittinggi sudah berjalan dengan sesui dengan ketentuan. Meskipun pelaksanaan sudah berjalan namun masih ada terdapat kendala sehingga masih belum terapai secara utuh. Adapun kendala yaitu dalam mengunakan strategi menghafal tidak sesui dengan teori jadinya timbul kesulitan dalam menghafal Al-Qur’an, kurangnya waktu yang di berikan sekolah untuk program tahfidz kemudian dalam mengunakan metode masih terdapat kekurangan dan evaluasi yang dilakukan hanya penyetoran ayat dan juga waktu tengah semester hanya sambungan ayat dari guru tahfidz. Kata kunci: Pelaksanaan Program Tahfidz Al-Qur’an