Abstrak
Abstrak Skripsi atas namaAsmi Lijasra, NIM 4416020, Program Sudi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, dengan judul “Sejarah Pemikiran Yusuf Al-Qaradhawi Tentang Sekularisme”. Penelitian ini dimotivasi karena, di dunia Arab pada khususnya dan dunia Islam pada umumnya terjadi konflik pemikiran, antara pemikiran islam, pemikiran sekular dan pemikiran atheis, sebagai implikasi kolonialisme yang mencengkeram dunia islam yang cukup lama. Para penjajah berambisi mencabut islam sampai ke akar-akarnya. Para pengusung sekularisme sewaktu-waktu menyerang islam secara terang-terangan dengan mengatakan, “kita tidak menghendaki islam yang mengikat dan mengekang kita dengan hukum dan dokrinya. Untuk itu, mereka membuat beberapa lembaga, undang-undang, tradisi dan pemikiran yang disusupan kepada umat Islam. Tatkala mereka pergi, mereka telah meninggalkan orang-orang pribumi yang sepaham dengan mereka, seperti para pelajar dan pengikut dari putra-putri kaum muslimin sendiri. Mereka menyandang nama-nama Islam dan hidup di bumi islam. Jenis penelitian yang peneliti gunakan yaitu penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memahami mengenai bagaimana pandangan dan pemikiran dari salah satu ulama Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi, tentang Sekularisme dalam dunia Islam. Membicarakan pemikiran salah satu tokoh islam di abad modern saat ini (kontemporer) seperti Yusuf Al-Qaradhawi merupakan hal yang menarik, khususnya pandangan atau pemikiran beliau tentang sejarah. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melihat lebih lanjut dan lebih dalam lagi tentang “Pemikiran Yusuf Al-Qaradhawi Tentang Sejarah Penelitian yang dilakukan adalah penelitian sejarah yang deskriptif naratif dan menggunakan metode penelitian sejarah. Metode penelitian sejarah terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: 1). Heuristik yaitu pengumpulan data atau informasi yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti, 2). Kritik Sumber yaitu untuk mengetahui sumber-sumber sejarah yang masih ada atau asli, maka diuji melalui kritik ekstern maupun intern, 3). Interpretasi yaitu penafsiran fakta-fakta sejarah, 4). Historiografi yaitu cara penulisan, pemaparan, atau pelaporan hasil penelitian sejarah yang telah dilakukan. Penulisan skripsi ini menggunakan sistematika sesuai buku Pedoman Penulisan Skripsi Prodi SPI IAIN Bukittinggi. Berdasarkan hasil tersebut, kesimpulan penelitian ini yaitu: Sekularisme adalah sebuah pola hidup yang jauh dari cahaya wahyu. Oleh karena itu, dampak buruk dari skularisme dalam dunia pendidikan banyak sekali. Di antaranya yaitu dapat dilihat dari sisi dunia pendidikan yang penulis dapatkan yaitu: 1).Membuka pintu bagi tumbuhnya paham atheism, 2). Kerusakan Akhlak, salah satu dampak buruk dari sekularisme. 3). Terputusnya hubungan sejarah dengan para pendahulu kaum Musimin yang luhur, 4). Membuat kacaunya keimanan dan mempercayai hal-hal yang gaib. 5). Bekurangnya nilai-nilai dan norma-norma, 6). Pendidikan yang dipisahkan dari nuansa yang relegius.