Abstrak
Pendidikan Islam mengemban tugas penting, yakni bagaimana membina kesehatan mental umat Islam dapat berperan aktif dan tetap survival di masa pandemi Covid-19. Kesehatan mental dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kehadiran Coronavirus (Pandemi COVID-19) mulai bulan Desember 2019 lalu merupakan bencana non alam yang memberikan dampak pada kondisi kesehatan jiwa dan psikososial setiap orang. Sampai dengan tanggal 25 Maret 2020, dilaporkan total kasus konfirmasi COVID-19 sejumlah 414.179 dengan 18.440 kematian (CFR 4,4%) yang dilaporkan di 192 negara/wilayah. Situasi pandemi Covid-19 tersebut, sudah barang tentu membawa kepada kerisauan, kesedihan dan kekecewaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Pendidikan Islam Terhadap Kesehatan Mental pada Masa Pandemi Covid-19. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam materi yang terdapat dalam kepustakaan, misalnya berupa buku-buku, catatan-catatan, makalah-makalah, Dan lain-lain. Artinya permasalahan dan pengumpulan data berasal dari kajian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Peran pendidikan Islam terhadap kesehatan mental pada masa Pandemi Covid-19, bertitik tolak dari pendapat Zakiah Daradjat, yaitu: Pendidikan Islam dapat memberikan bimbingan dalam kehidupan, penolong dalam menghadapi kesukaran, menentramkan batin, penggendali moral, dan memberikan terapi terhadap gangguan mental pada masa Pandemi Covid-19. Sehingga dapat mengantarkan dan menciptakan generasi yang sehat, hidup tenang, aman dan damai, cinta dan mencintai yang dipenuhi keadilan dan kebenaran. Karena itu, pendidikan Islam dapat berperan sebagai terapi jiwa yang gelisah dan terganggu, berperan sebagai pengobatan (kuratif), pencegahan (preventif), dan pembinaan (konstruktif). Dengan keyakinan beribadah, hidup yang dekat dengan Tuhan YME serta tekun dalam menjalankan perintah-Nya, sehingga kesehatan mental dapat terbina pada masa Pandemi Covid-19