Abstrak
Penelitian ini dilatar-belakangi oleh pentingnya profitabilitas bagi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia. Karena Profitabiliitas salah satu indikator uatama dalam mengukur dan mengevaluasi kinerja Perbankan. Bahkan, keberlanjutan (Sustainability) sebuah Bank ditentukan juga oleh kemampuan bank dalam menghasilkan profit. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif-asosiatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Statistik Perbankan Syariah (SPS)-OJK dan Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI)-BI Periode 2014-2018. Teknik pengumpulan data adalah teknik dokumentasi. Metode yang yang digunakan adalah uji kointegrasi dan model koreksi kesalahan (error-correction model) dan menggunakan alat bantu analisis eviews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Aspek Permodalan yang diukur melalui CAR tidak memiliki pengaruh yang signfikan terhadap profitabilitas (ROE) BPRS baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. (2) Aspek Risiko yang diukur melalui NPF tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Profitabilitas (ROE) baik dalam jangka pendek maupun jangk panjang. (3) Pertumbuhan ekonomi tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang menunjukkan pengaruh yang signifikan. (4) Inflasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang menunjukkan pengaruh yang signifikan. (5) BI Rate tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang menunjukkan pengaruh yang signifikan. Studi ini berkontribusi bagi otoritas terkait dalam hal merancang kebijakan yang dapat menstimulus perkembangan BPRS di Indonesia. Sedangkan secara teoritis studi ini berkontribusi dalam rangka menambah koleksi literasi penelitian tentang BPRS di Indonesia.