Abstrak
ABSTRAK Skripsi atas Nama Sindy Sri Ayu NIM. 4615047 Berjudul “Perilaku Sosial Keagamaan Pengamen Di Lingkungan Wisata (Studi Kasus Kota Bukittinggi)”2020. Penelitian ini dilatar belakangi oleh problem banyaknya pengamen di Kota Bukittinggi sebagai kota wisata. Kehadiran pengamen di Kota Bukittinggi ini menimbulkan tantangan pengelolaan pariwisata karena dianggap mengganggu ketertiban umum. Selain itu, kehadiran pengamen juga terkadang dianggap merusak citra Kota Bukittinggi sebagai kota agamisdengan slogan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Karenanya perlu dikaji lebih jauh tentang bagaimana eksistensi pengamen dan perilaku sosial keagamaan mereka di Kota Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data primer penelitian ini adalah hasil observasi aktifitas pengamen di Kota Bukittinggi, wawancara dengan pengamen, Satpol PP dan dinas terkait, serta dokumentasi terkait eksistensi pengamen di Kota Bukittinggi. Adapun data sekundernya adalah dokumen- dokumen dan literatur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun teknik keabsahan data yang digunakan adalah memperpanjang waktu penelitian dan triangulasi. Hasil penelitian ini eksistensi pengamen di Kota Bukittinggi cenderung karena masalah ekonomi yang mengacu tindakan mereka melakukan mengamen karena kemiskinan, dapat juga dilihat dari pendidikan yang tidak memenuhi syarat sehingga susah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, adapun masalah keluarga karena kurangnya mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari keluarga mereka. Sedangkan ada sebagian dari mereka mengamen karena mereka senang bermain musik. Dan perilaku sosial keagamaan pengamen di Kota Bukittinggi pada dasarnya mereka percaya dan yakin terhadap agama yang mereka pilih. Akan tetapi perilaku sosial keagamaan pengamen di Kota Bukittinggi masih tergolong rendah, karena mereka mengerti dan paham hal-hal yang dilarang dan dipatuhi tapi sebatas saja.