Abstrak
Skripsi ini berjudul “Jual Beli Telur Retak Menurut Perspektif Fikih Muamalah (Studi Kasus di Pasar Bawah Bukittinggi)’’. Oleh Zuryati Hanifah, Nim 1216.064. Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Fakultas Syariah,Institut Agama Islam Negri (IAIN) Bukittinggi. Maksud judul ini adalah untuk menemukan bagaimana kedudukan hukum jual beli telur retak yang terjadi di Pasar Bawah Bukittinggi. Motivasi penulis meneliti judul di atas karena berdasarkan pengmatan penulis di lapangan bahwa pedagang-pedagang telur di pasar bawah Bukittinggi dalam prakteknya menjual telur-telur yang berkualitas bagus, di samping itu juga menjual telur-telur yang berkualitas tidak bagus (retak-retak). Dalam realitasnya masyarakat tertarik dan banyak yang membelinya dengan alasan harganya lebih murah dari telur yang bagus. Hal ini memunculkan pertanyaan kenapa pedagang menjual telur retak tersebut dan kenapa pembeli juga tertarik untuk membelinya dan apakah telur yang telah retak itu layak untuk dikonsumsi atau tidak. Permasalahan ini menjadi kajian pokok dalam penelitian ini yang akan penulis tinjau menurut fiqh Muamalah. Apakah jual beli ini sesuai dengan prinsip-prinsip dalam bermuamalah yang berdasarkan kepada ketentuan al-Qur’an dan Haidts atau menyalahi ketentuan-ketentuan umum dalam bermuamalah. Jenis penilitian yang digunakan merupakan penelitian lapangan (fleld research),yakni penelitian dengan cara mengungkap fakta-fakta yang terjadi di lapangan, dan penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penenlitian ini melalui obsevasi dan wawancara. Penulis menjadikan pedagang dan pembeli serta dinas kesehatan sebagai informan penelitian untuk menemukan data di lapangan dengan menggunakan teknik wawancara . Sedangkan teknik analisa data penulis menggunakan analisa kualitatif dengan cara pengorganisasian, pengelompokkan dan penafsiran terhadap data-data yang telah terkumpul di lapangan. Terakhir pada tahap interpretasi dan mengambil kesimpulan dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik interpretasi emik dan etik, yaitu perpaduan antara pandangan atau pendapat informan dan pandangan penulis sebagai peneliti. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut; Pertama, dalam pelaksanaannya para pedagang telur memisahkan antara telur yang bagus dan yang rusak (retak) dan pembeli dapat memilih telur mana yang diinginkan, dan telur yang rusak harganya tidak sama dengan telur yang bagus. Kedua, jual beli telur retak yang dilakukan pedagang Pasar Bawah Bukittinggi belum sesuaai dengan ketentuan dan prinsip bermuamalah dalam Islam (tidak sah), dengan argumentasi bahwa telur retak yang dijadikan sebagai ma’qud ‘alaihinya telah terkontaminasi bahteri dan tidak layak untuk dikonsumsi.