Abstrak
Skripsi atas nama Yetriana, NIM 4416004, Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, dengan judul “Sejarah Pekerja Perempuan Muslim di PT.Bakrie Pasaman Plantations Air Balam Nagari Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat 1998-2019” Pekerja perempuan muslim yang melakukan setiap pekerjaan baik di dalam rumah maupun di luar rumah seperti di sebuah PT.Bakrie Pasaman Plantations Air balam melakukan Spraying dengan menggunakan alat untuk penyemprotan hama yang dilakukan secara melingkar dan mengerjakannya tidak cukup sehari saja minimal 3 hari dalam beberapa pekerja perempuan di sebuah perkebunan. Pekerja perempuan muslim di kerjakan di dalam rumah seperti memasak, mengasuh anak mencuci pakaian dan perabotan, menyetrika.sedangakan para suami duduk-duduk santai di kedai maupun di lapau seharian. Pada tahun 1990 PT.BNC diresmikan oleh Gubernur KDH Tingkat 1 Sumatera Barat, ketika itu yakni Bapak Hasan Basri Durin PT.BNC sendiri berpusat di Wisma Bakrie Lantati IV, JI HR. Rasuna Said Kay, BI.Jakarta.di pimpin oleh dewan direksinya yang terdiri dari Ir. Aburizal Bakrie dan Drs. Hamizar Hamid. Hutono Said Hidayat. Sementara pengeloalaan Manajemen di PT. Bakrie Pasaman Plantations Air Balam dan Sungai Aur di jabat oleh seorang area Head yaitu Bapak Bermansyah Sinaga. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif Penelitian yang dilakukan adalah penelitian sejarah yang deskriptif naratif dan menggunakan metode penelitian sejarah. Dalam penulisan ini penulis menggunakanmetode wawancara Metode penelitian sejarah terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: 1). Pengumpulan Sumber ( Heuristik) Pada tahap ini, kegiatan yang diarahkan pada penjajakan , pencairan, dan pengumpulan sumber-sumber yang akan diteliti, baik yang terdapat dilokasi penelitian temuan benda maupun sumber tulisan. 2). Kritik Sumber Untuk menyelidiki apakah sumber-sumber sejarah itu asli maupun penjelasan yang juga melacak data-data itu memiliki kredibilitas kemudian penulis mengadakan pengujian dan penelitian terhadap sumber yang ditemukan dalam kritik ekstern dan intern. 3). Interpretasi ( Penafsiran Sejarah) Setelah melakukan kritik intern maka pada tahap ini dilakukan interpretasi yaitu menetapkan makna dan saling berhubungan dari fakta yang diperoleh dari sejarah itu. 4). Penulisan (Historiografi)merupakan tingkatan kemampuan seni yang menekankan pentingnya keterampilan, tradisi akademis, ingatan subjektif (imajinasi) dan pandangan arah yang semuanya memberikan warna pada hadil penulisan.