Abstrak
Abstrak Skripsi berjudul “Peran Guru Al Qur’an Hadis dalam Membimbing Siswa Menghafal Ayat Al Qur’an di MAS YATI Kamang Mudik, oleh Indah Purwanti NIM. 2116049, Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Bukittinggi Yang menjadi permasalahan dalam skirpsi ini adalah : 1. Ketika siswa berada di kelas 10, sebagian siswa belum lancar dalam menyetor ayat-ayat Alquran, dan ketika sudah berada dikelas 11 mereka sudah lancar dalam menyetor ayat-ayat Alquran, 2. Ketika siswa berada dikelas 10, sebagian siswa belum bisa jelas melafalkan huruf-huruf hijaiyah yang benar, dan ketika mereka sudah berada dikelas 11 mereka sudah bisa melafalkan huruf-huruf hijaiyah dengan benar, 3. Ketika siswa berada dikelas 10, sebagian siswa belum bisa menentukan tajwid pada ayat-ayat yang dihafalkannya dan ketika mereka sudah berada dikelas 11 mereka sudah bisa sudah bisa menentukan tajwid pada ayat-ayat yang mereka hafal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan peneliti adalah reduks data, display dan editing Hasil penelitian ini menunjukkan peran guru dalam membimbing siswa menghafal ayat Al Qur’an di MAS YATI Kamang Mudik bahwasannya peran guru Alquran hadis adalah guru sebagai pengajar memberikan materi pelajaran yang terkait dengan hafalan Alquran dengan cara menuliskan ayat yang ingin dihafalkan, guru membacakan ayat tersebut kemudian diikuti dengan siswa, guru menjelaskan makna mufrodat, guru mencerita cerita yang berkaitan dengan makna ayat dan siswa menghafalkan ayat tersebut. Guru mendidik siswa dengan cara metode teladan yaitu harus diawali dengan perilaku guru sendiri dengan mencontohkan kepada siswa agar disiplin, kemudian guru harus patuh terhadap peraturan yang dibuat oleh Madrasah lalu guru harus mengarahkan siswa agar mematuhi peraturan dan norma yang ada. Guru sebagai pembimbing yaitu dengan cara guru menyuruh siswa untuk menuliskan ayat yang telah dituliskan dipapan tulis, kemudian menyuruh siswa membaca ayat secara berulang-ulang dan memahami makna ayat, dihafalkan dan disetorkan kepada guru. Guru sebagai motivator memberikan dorongan dan nasehat-nasehat kepada siswa. Guru sebagai teladan memberikan teladan yang baik kepada siswa. Guru sebagai evaluator untuk mengetahui kemampuan siswa dengan cara siswa disuruh untuk menyetorkan hafalan ayat Alquran didepan kelas dan guru menilai hafalan tersebut sesuai dengan tajwid dan kelancaran bacaan Alquran siswa.