Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2020Versi 1

Makna Simbolik Tradisi Manggondai dalam Masyarakat Nagari Duo Kota di Kecamatan tanjung raya Kab Agam

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Sosiologi Agama•6 dilihat · 6 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi atas Nama Meli Novita NIM. 4616.061 Berjudul “MAKNA SIMBOLIK TRADISI MANGONDAI DALAM MASYARAKAT NAGARI DUO KOTO KECAMATAN TANJUNG RAYA KABUPATEN AGAM” . Manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari interaksi antar sesama, baik individu maupun kelompok. Interaksi yang berjalan dengan baik akan menghasilkan suatu ikatan dalam masyarakat yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Interaksi yang dijembatani menggunakan makna dan simbol-simbol, Seperti halnya di dalam Tradisi Mangondai.Mangondai adalah berhias atau menghiasi pengantin sebelum diarak.Pada saat pelaksanaan tradisi mangondai semua masyarakat dari berbagai kalangan saling berinteraksi dengan baik antar mereka. Alat-alat yang digunakan dalam tradisi mangondai mempunyai simbol dan makna.Makna Mangondai itu sendiri yaitu agar hidup kedua mempelai sejahtera. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan tradisi Mangondai yang di lakukan masyarakat Nagari Duo Koto mempunyai makna, dan alat-alat yang digunakan dalam tradisi Mangondai juga mempunyai makna.Makna tardisi Mangondai yaitu agar hidup kedua mempelai sejahtera dan tentram, dan setelah menjalani hidup rumah tangga yang baru mereka bisa arif dan bijaksana dalam mengambil keputusan.Semua makna yang terkandung di dalamnya mempunyai arti yang sangat berarti untuk kehidupan pengantin di kemudian hari. Adapun langkah￾langkah yang terdapat pada Tradisi Mangondai yaitu: setelah selesai melangsungkan ijab Kabul, pengantin tersebut di suruh mengganti pakaiannya dengan menggunakan kebaya, pengantin di dudukkan di atas karung yang berisi padi, Rambut pengantin perempuan di jalin dan ikat dengan rumput sarut, rambut bagian depan pengantin di masukkan kedalam cincin dan di lem dengan kemenyan dan minyak yang di tanak, setelah itu beras yang sudah di randang tersebut di lempar ke seluruh tubuh pengantin, lalu minyak yang sudah di tanak dioleskan ke kening pengantin, dan barulah rambut pengantin perempuan di potong dengan menggunakan gunting dan helaian rambut di masukkan kedalam kelapa muda yang sudah di lobangi.

Kata kunci

Kata kunci : tradisi manggondai makna dan simbol

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Makna Simbolik Tradisi Manggondai dalam Masyarakat Nagari Duo Kota di Kecamatan tanjung raya Kab Agam2020 · oai:ais:skripsi:6767