Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Strategi Dan Prosedur Penghimpunan Dana Deposito Mudharabah Pada Bank Nagari Syariah Kantor Cabang Pembantu Simpang Empat”, skripsi ini disusun oleh HESTINA AULIA NIM: 3316061. Jurusan S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi minimnya pengetahuan masyarakat awam tentang deposito mudharabah, membuat sedikit jumlah nasabah yang menggunakan produk deposito mudharabah, sehingga dapat dikatakan produk deposito mudharabah ini belum memiliki perkembangan yang cukup signifikan. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa implementasi strategi dan prosedur deposito mudharabah serta kendala yang dihadapi dalam pemasaran produk tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pengambilan data berupa data primer dan data sekunder dengan cara wawancara dan observasi serta studi literature kepustakaan. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, prosedur penghimpunan dana deposito mudharabah diterapakn sesuai standar Fatwa Dewan Syariah Nasional No : 03/DSN-MUI/IV/2000 tentang deposito mudharabah. Strategi pemasaran yang dilakukan oleh Bank Nagari Syariah KCP Simpang Empat dalam meningkatkan jumlah nasabahnya adalah pertama strategi produk yaitu dengan nama deposito mudharabah. Kedua strategi harga nisbah bagi hasil yang ditawarkan oleh bank nagari kantor cabang pembantu simpang empat cukup kompetitif. Ketiga strategi lokasi yaitu lokasinya strategis karena dekat dengan pusat perbelanjaan di Simpang Empat, tepat berada di jalan raya sehingga keberadaan kantor mudah dilihat oleh nasabah dan calon nasabah, aksesnya yang mudah untuk ditempuh menggunakan berbagai sarana transportasi. Keempat strategi promosi yaitu melalui Penjualan pribadi (personal Selling), promosi penjualan (sales promotion) Periklanan (Advertising). Selanjutnya kendala Tidak ada tenaga kerja yang lulusan perbankan syariah. Lokasi Bank Nagari Syariah KCP Simpang Empat yang sempit dan bersebelahan dengan ruko-ruko sehingga tidak terlihat seperti bank pada umumnya. Tidak ada tenaga kerja marketer produk penghimpunan dana. Kekurangan tenaga kerja bagian funding. Adanya nasabah yang masih belum terikat dalam satu niat. Maraknya Persaingan antara bank konvensional yang membuka layanan syariah.