Abstrak
ABSTRAK Lara Seprianis NIM 4615.024 Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, dengan judul skripsi: Tradisi Doa Bakaua Setelah Panen Padi di Kenagarian Palaluar Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung Skripsi ini meneliti tentang Tradisi Doa Bakaua Setelah Panen Padi di Kenagarian Palaluar Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung, latar belakang pembahasan peneliti memilih judul ini memahami makna-makna simbol dalam prosesi Tradisi Doa Bakaua Setelah Panen Padi Di Kenagarian Palaluar Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung. Pentingnya penelitian ini bagi peneliti maupun pembaca yaitu untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai salah satu budaya yang ada di Sijunjung yaitu tradisi doa bakaua. Seiring berkembangnya teknologi komunikasi tidak jarang seseorang kerap mengabaikan dan kurang memahami dengan kebudayaan tradisional yang diturunkan oleh nenek moyangnya. Tradisi adalah suatu kebiasaan yang turun temurun dilakukan. Penelitian ini dilakukan karena bertujuan untuk mengetahui kenapa tradisi doa bakaua masih dilkasanakan di Kenagarian Palaluar kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung. Adapun jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Masyarakat yang menghadiri tradisi doa bakaua sebagai informan kunci seperti datuak, niniak mamak dan alim ulama dan masyarakat yang mengetahui tetapi tidak hadir dalam acara tradisi doa bakaua adalah sebagai informan pendukung seperti datuak dan niniak mamak yang sudah lanjut usia. Teknik pengumpul data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Aktifitas dalam analisis meliputi reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa proses dalam tradisi doa bakaua yaitu: (1) Penentuan hari pelaksanaan, diadakan dahulu rapat sebanyak empat kali (2) Persiapan pelaksanaan, berbagai hal yang harus disiapkan seperti: membuat undangan, gotong-royong, malamang,(3) Proses pelaksanaan, terdapat beberapa proses diantaranya: doa barasonji, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Quran, kata sambutan, doa penutup, dan diakhiri dengan makan bersama. Tradisi doa bakaua masih bertahan sampai saat ini, karena merupakan tradisi yang bersangkutan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat dan tentang kondisi ekonomi yang dihasilkannya dari proses ini. Jika proses tidak berjalan bagaimana masyarakat akan bisa bertahan hidup, karena sebagaian besar masyarakat Palaluar bermata pencarian sebagai Petani. Dan juga tradisi doa bakaua adalah sebuah tradisi yang bersangkutan dengan pertanian.