Abstrak
Analisis Pengaruh Islamic Human Capital Dan Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Karyawan Bank Syariah di Kabupaten Pasaman. Rahayu Ningsih Magister Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi Email: rahayu_n74@yahoo.com ABSTRAK Pesatnya perkembangan di industri perbankan syari’ah secara nasional tidak diikuti dengan pertumbuhan sumber daya manusia bankir syari’ah. Kondisi ini dikhawatirkan menjadi kontraproduktif bagi industri perbankan syariah secara umum, bankir syari’ah harus memahami dunia bisnis Islam dengan baik. Perbankan syari’ah dan perbankan konvensional memiliki perbedaan, sehingga dengan jelas sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh perbankan syari’ah berbeda dengan sumber daya manusia daya manusia di bank konvensional. Begitupun bentuk manajemen pengembangan sumber daya manusianya berbeda. Selain memperhatikan faktor human capital untuk peningkatan kinerja karyawan, faktor kedua yang diidentifikasi mempengaruhi kinerja karyawan yaitu pengembangan karir. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kausalitas, dengan metode penelitian adalah metode kuantitatif berdasarkan data statistik dan empiris. Populasi penelitian adalah karyawan dari Bank Syariah yang terdapat di Kabupaten Pasaman, penarikan sampel dilakukan dengan Total Sampling, yang terdiri dari Bank Syariah Mandiri, Bank Syariah BTPN dan Bank Nagari Syariah adalah sebanyak 32 orang. Teknik pengumpulan data dengan metode kuesioner (angket), observasi dokumen, dan wawancara. Pengujian hipotesis dengan menggunaan uji t (secara parsial) dan uji F (secara simultan). Berdasarkan hasil analisis data islamic human capital dan pengembangan karir terhadap kinerja karyawan, disimpulkan bahwa variabel islamic human capital diperoleh nilai 𝑃𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 (sig) sebesar 0,000 𝛼 (0,05), maka HO ditolak dan HA diterima. Maka variabel islamic human capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Variabel pengembangan karir diperoleh 𝑃𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 (sig) sebesar 0,589 > 𝛼 (0,05), maka HO diterima dan HA ditolak. Maka variabel pengembangan karir tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Variabel Islamic human capital dan pengembangan karir diketahui 𝑃𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 (sig) sebesar 0,000 𝛼 (0,05), maka HO ditolak dan HA diterima. Maka variabel Islamic human capital dan pengembangan karir secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.