Abstrak
ABSTRAK Nama: Bunga Sri Herlina. 2615175. Program studi bimbingan dan konseling fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan institut agama islam negeri (IAIN) Bukittinggi, dengan judul “PENERAPAN LAYANAN RESPONSIF MELALUI STRATEGI MEDIASI DI SMK N 4 PAYAKUMBUH UNTUK MENGATASI MASALAH SOSIAL SISWA”. Di SMK N 4 Payakumbuh informasi yang penulis dapatkan masih terjadinya pertikaian antar peserta didik yang menyebabkan peserta didik saling menunjukkan sikap saling menjauhi dan memusuhi, sikap mau menang sendiri, sikap ingin membalas, sikap mau benar sendiri, sikap bersaing dan dalam keadaan tidak tegur sapa. Layanan mediasi sudah enam kali dilakukan guru bimbingan dan konseling dengan masalah yang berbeda. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan layanan responsif melalui strategi mediasi di SMK N 4 Payakumbuh dalam mengatasi masalah sosial siswa Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), untuk mendapatkan data yang sesuai dengan aspek masalah yang diteliti. Subjek peneltian ini adalah guru bimbingan dan konseling yang ikut serta dalam proses pelaksanaan layanan mediasi. Selanjutnya teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan wawancara. Oleh karena penelitian itu termasuk jenis penelitian deskriptif, maka data yang terkumpul akan dianalisa melalui teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan Layanan Responsif Melalui Strategi Mediasi Di SMK N 4 Payakumbuh Untuk Mengatasi Masalah Sosial Siswa sudah baik, hal ini ditandai dengan beberapa indikator pelaksanaan layanan mediasi hanya indikator penstrukturan dan analisis evaluasi yang tidak dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan bahwa pelaksanaan layanan mediasi di SMK N 4 Payakumbuh masih mempunyai kekurangan, dimana kekurangan tersebut yaitu keterbatasan guru bimbingan dan konseling yang tidak mengikuti layanan informasi dimana dari 3 orang guru bimbingan dan konseling hanya 1 orang yang mengikuti layanan mediasi. Siswa juga sulit mempercayakan masalah yang dihadapinya kepada guru bimbingan dan konseling. Oleh sebab itu, terkadang siswa bersikap tidak jujur dalam menyampaikan permasalahan tersebut. Adapun yang menyebab siswa tersebut mengalami ketidakcocokan adalah: perkelahian yang terjadi antar peserta didik pada saat jam pelajaran.