Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2019Versi 1

Komunikasi antarptibadi antara perawat dengan pasien gangguan jiwa berat di rumah sakit jiwa Prof. HB. Saanin Padang Sumatera Barat

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Komunikasi dan Penyiaran Islam•4 dilihat · 4 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ANTARA PERAWAT DENGAN PASIEN GANGGUAN JIWA BERAT DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. HB. SAANIN PADANG” yang disusun oleh ASDINI FITRIANA dengan NIM: 4315038 pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Komunikasi merupakan kebutuhan seluruh makhluk sosial tak terkecuali orang yang sedang mengalami gangguan jiwa, namun pada realitanya yang ada seringkali diasingkan oleh keluarga dan lingkungan sekitar, sebenarnya hal tersebut yang menjadi salah satu penyebab kondisi psikologinya semakin tertekan. Terdapat perbedaan kondisi antara komunikator dan komunikan, yang mana komunikator memiliki kesehatan emosional yang stabil sedangkan komunikan memliki gangguan emosional. Namun hal tersebut justru tidak menyurutkan semangat perawat untuk dapat menyembuhkan penyakit pasien. Salah satu metode yang digunakan adalah metode interaksi secara lansung. Kondisi inilah yang membuat penulis tertarik tentang bagaimana jika kita selaku manusia sehat jika dihadapkan dengan yang sedang sakit jiwa. Teori yang menjadi acuan penelitian ini ialah teori Interaksionalisme Simbolik teori ini dikembangkan oleh Hebert Mead dan teori ini yang memiliki asumsi bahwa manusia membentuk makna melalui proses interaksi dan komunikasi sosial, ketika berinteraksi sosial manusia mempelajari arti dan simbol, Simbol yang dimaknai memungkinkan melanjutkan interaksi. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan ialah pendekatan penelitian kualitatif, dengan jenis metode penelitian studi kasus. Dan data didapat dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik komunikasi yang dilakukan oleh perawat ketika menghadapi pasien ditandai dengan jalinan komunikasi yang bersifat nonformal sehingga pasien merasa nyaman akan proses yang sedang dijalani dan proses komunikasi selalu dilaksanakan dalam jarak yang dekat sehingga umpan baliknyapun dapat dilihat secara langsung. Hambatan yang ditemui meliputi halusinasi, keadaan jiwa yang belum stabil, belum terjalinnya rasa percaya pasien terhadap perawat, keengganan pasien untuk berkomunikasi, pembicaraan pasien yang inkoheren, perawat tidak mengerti apa yang diucapkan oleh pasien, dan tingkat kesabaran perawat masih minim. Dengan demikian proses komunikasi merupakan proses yang sangat penting untuk dijalin antara perawat dan pasien karena jika proses ini tidak dijalin dengan baik maka perawat akan sulit untuk mengarahkan kesembuhan pasien dan proses komunikasi ini juga penting diterapkan agar rasa percaya diri pasien semakin meningkat sehingga termotivasi untuk sembuh dan hidup normal seperti sedia kala. Kata Kunci: Komunikasi Antarpribadi, Gangguan Jiwa Berat

Kata kunci

Komunikasi antarpribadi, Gangguan jiwa berat

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Komunikasi antarptibadi antara perawat dengan pasien gangguan jiwa berat di rumah sakit jiwa Prof. HB. Saanin Padang Sumatera Barat2019 · oai:ais:skripsi:5624

Publikasi terkait