Abstrak
ABSTRAK Siska Prianti, Nim 2614.139, Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi Tahun 2019. Skripsi ini berjudul “Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Kondisi Psikologis Remaja Di Nagari Limo Koto Kumpulan”. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena bahwa perceraian merupakan beban tersendiri bagi anak sehingga berdampak pada psikologisnya. Reaksi anak terhadap perceraian orang tuanya sangat dipengaruhi oleh cara orang tua berperilaku sebelum, selama, dan sesudah bercerai. Kasus perceraian itu akan membawa dampak pada setiap tingkat usia anak, meski dengan kadar yang berbeda. Remaja yang orang tuanya bercerai ada sebagian yang putus sekolah, cenderung melakukan prilaku menyimpang, sering marah-marah, terlihat murung, pendiam serta membangkang kepada orang tua saat dinasehati.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang dampak perceraian orang tua terhadap kondisi psikologis remaja di Nagari Limo Koto Kumpulan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Reseach) dengan metode deskriptif kualitatif yang menggambarkan kejadian di lapangan melalui pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Informan ini terdiri dari 3 orang informan kunci yaitu remaja usia 13-21 tahun dan 3 orang informan pendukung yaitu orang tua remaja yang bercerai dan 3 orang masyarakat sebagai informan pendukung, dan untuk menjamin keabsahan data peneliti menggunakan tringulasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dampak perceraian orang tua terhadap kondisi psikologis remaja di Nagari Limo Koto Kumpulanmengalami beberapa masalah yaitu remaja yang orang tuanya bercerai memiliki peran orang tua yang tidak utuh lagi di dalam rumah. Remaja lebih bebas karena kurangnya kontrol dari orang tua sehingga remaja sering begadang, membangkang, sensitif apabila ditanya atau dinasehati, mengalami gejala fisik yang buruk, terlihat sedih, murung, berkata kasar, cepat naik darah, kurang tertarik menjalin hubungan sosial, menutup diri, pemalu, pendiam, kurang konsentrasi dalam melakukan suatu pekerjaan, kurang teliti, perasaan iri, mudah terluka, acuh tak acuh, merasa tidak mampu melakukan sesuatu, komunikasi yang tidak efektif Selain itu kenakalan remaja merajalela seperti balapan liar yang mengganggu ketenangan masyarakat. Kata Kunci X= Perceraian Orang Tua , Y= Kondisi Psikologis Remaja