Abstrak
ABSTRAK Neli Rahmah, Nim. 4515015, Fundamentalisme Islam Perspektif Karen Armstrong, Skripsi Sarjana (S1) Prodi Aqidah dan Filsafat Islam IAIN Bukittinggi, 2019. Salah satu perkembangan pada akhir abad kedua puluh adalah munculnya di setiap tradisi agama sebuah kesalehan militan yang secara populer disebut “fundamentalisme”. Istilah ini juga dipakai untuk menunjukkan sebuah gerakan baru dalam kebangkitan Islam. menurut Karen Armstrong sebagian fundamentalisme Islam adalah tekstual dan anti modernisme, fundamentalisme Islam walaupun dengan semangat konservatif, mereka telah merangkai ideologi yang kreatif dan inovatif untuk melakukan perubahan. Masalah pokok yang ingin dibahas dalam penelitian skripsi ini adalah: pertama, bagaimana akar historis fundamentalisme Islam dalam Perspektif Karen Armstrong. Kedua, bagaimana karakteristik fundamentalisme Islam dalam perspektif Karen Armstrong. Ketiga, bagaimana implikasi pemikiran fundamentalisme Islam perspektif Karen Armstrong dalam mengidentifikasi gerakan fundamental dalam konteks ke-Indonesiaan. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang obyek penelitiannya adalah pandangan tokoh tentang Fundamentalisme Islam. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitik. Sumber data yang diperoleh dari sumber-sumber karangan Karen Armstrong serta buku-buku, jurnal yang terkait dengan tema pembahasan. Hasil penelitian diketahui bahwa 1) Akar historis fundamentalisme Islam perspektif Karen Armstrong diawali dengan tiga peristiwa yang bersejarah di negara Spanyol tahun 1942. Ketiga peristiwa penting yang terjadi sekaligus menandai perkembangan kebudayaan modern di Barat. Pertama, pasukan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella menaklukkan negara-kota Granada. Kedua, Raja Ferdinand dan Ratu Isabella menandatangi surat perintah pengusiran yang dibuat untuk membebaskan Spanyol dari penduduk Yahudi. Ketiga, perjalanan Christoper Columbus seorang anak dari Ferdinand dan Isabella, yang berlayar dari Spanyol untuk menemukan jalan dagang ke India namun yang ditemukan Amerika. 2) Karakteristik gerakan fundamentalisme menurut Karen Armstrong adalah pemahaman secara tekstual, sikap anti modernisme serta adanya unsur politik yang hadir dalam setiap gerakan fundamentalis tersebut seperti secara politik kekuasaan tidak diuntungkan. 3) Implikasi pemikiran Karen Armstrong dalam gerakan fundamentalisme di Indonesia dapat dilihat bahwa gerakan FPI dan MMI dikelompokkan dalam gerakan fundamentalisme Islam karena sesuai dengan karakteristik gerakan fundamentalisme. FPI dan MMI memiliki pemahaman secara tekstual dalam memahami Al-Qur’an dan Hadis. FPI dan MMI mengambil teks-teks Al-Qur’an dan hadis secara literalis untuk membenarkan aksi yang mereka lakukan. FPI dan MMI memiliki sikap anti modernisme dalam menjalankan syariat Islam yang mereka pahami. FPI dan MMI secara politik di Indonesia kekuasaan FPI dan MMI tidak diuntungkan.