Abstrak
ABSTRAK Alfi Rahmah, NIM. 2615.142. Skripsi ini berjudul Upaya Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Membina Etika Berkomunikasi Siswa di Pondok Pesantren Sumatra Thawalib Parabek. Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan. Pada hakikatnya manusia diciptakan dengan berbagai macam ragam sifat dan bentuk etika komunikasi serta kepribadian yang berbeda-beda. Etika berkomunikasi cendrung terlihat pada sebagian anak-anak lalu beranjak hingga mereka remaja. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya fenomena awal di lapangan yaitu di lingkungan sekolah adanya beberapa siswa yang kurang bisa menggunakan bahasa yang baik dan sopan, karena banyaknya siswa pindahan dari SMP masuk ke pondok pesantren sumatra thawalib parabek, maka dari itu peneliti melihat masih ada siswa yang suka berbicara dengan intonasi tinggi, berbicara kotor dan berbicara sesuka hatinya saja. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui bagaimana upaya guru bimbingan dan konseling dalam membina etika berkomunikasi siswa tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yaitu metode yang menggambarkan keadaan yang terjadi di lapangan dalam bentuk katat-kata atau tidak dalam bentuk angka. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci guru bimbingan dan konseling serta informan pendukung 1orang guru wali kelas, 1 orang guru mata pelajaran dan 4 orang siswa. Data dikumpulkan dengan melakukan pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan teknik menguji keabsahan data dengan triangulasi data. Hasil yang didapatkan dari penelitian Upaya yang dilakukan Guru bimbingan dan konseling mencakup kepada upaya kuratif yaitu guru bimbingan dan konseling melakukan konseling perorangan, konseling kelompok, layanan informasi serta adanya kunjungan rumah dan memanggil orang tua siswa. Cara pemberian layanan Guru bimbingan dan konseling adalah dengan memanggil siswa ada juga siswa yang datang sendiri, setelah itu memahami perasaan siswa dan menjalin keakraban dengan siswa sehingga siswa dapat percaya dan yakin kepada Guru bimbingan dan konseling. Upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling masih menemukan berbagai macam kendala terkait kurangnya kerjasama yang dibangun antar personil sekolah dengan tidak adanya jam BK sehingga layanan BK tidak teraplikasikan secara klasikal. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa guru bimbingan dan konseling Madrasah Sumatra Thawalib Parabek setelah memberikan beberapa layanan dan beberapa kali konseling perorangan siswa sudah mulai berusaha untuk berubah dan Guru BK juga bekerja sama dengan orangtua, wali kelas dan juga guru mata pelajaran untuk menjaga dan mengubah cara etika berkomunikasi siswa ke yang lebih baik lagi. Kata kunci : Guru Bimbingan Konseling dan Etika Berkomunikasi Siswa.